2 Karateka Indonesia Raih Gelar Juara Dunia di Brazil

OLAHRAGA | 9 Desember 2019 11:48 Reporter : Mardani

Merdeka.com - Dua atlet karate Indonesia yakni Muhammad Isra Muhyidin dan Rizkya Destiawati Putri Asrori, berhasil mengharumkan nama bangsa dengan menyabet gelar juara dunia karate tradisional di kompetisi 20th World IKTF Karate Championship. Kompetisi tersebut digelar di Curtiba, Brazil, 2-9 Desember 2019.

Kedua karateka asal Banjarmasin itu mendapat juara setelah tampil gemilang di babak final nomor Kumite. Ketua Umum Federasi Karate Tradisional Indonesia (FKTI) Muchlas Rowie menegaskan, gelar juara dunia ini adalah bukti atlet Indonesia bisa menunjukkan kemampuannya di kancah internasional.

"Kami semua merasa bangga dengan prestasi ini dan tentunya gelar ini menunjukkan bahwa atlet-atlet kita bisa bersaing dengan atlet dunia," kata Muchlas dalam siaran pers, Senin (9/12).

Menurutnya, keberhasilan karateka Indonesia tersebut berkat dukungan dari banyak pihak. Mulai dari pelatih, official, federasi, dan pemerintah yang juga turut membantu dalam memfasilitasi keberangkatan para atlet.

"Kami ucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung hingga diraihnya gelar juara ini," tuturnya.

1 dari 1 halaman

Targetkan Emas

FKTI sebelumnya sudah menargetkan agar karateka Indonesia meraih emas dalam kejuaraan yang diikuti oleh lebih dari 50 negara ini. Dia menyatakan, tradisi juara ini akan terus dilanjutkan untuk menunjukkan eksistensi Karate Tradisional di Indonesia.

"Tradisi ini akan kita lanjutkan, agar menunjukkan bahwa Karate Tradisional di Indonesia telah berkembang dan eksis," tegasnya.

Dengan target tersebut dan dorongan dari banyak pihak, alhasil, Muhammad Isra, mahasiswa semester III Universitas Islam Kalimantan (UNSIKA), dan Desti, siswa kelas XII SMKN 2 Banjar Baru, Kalimantan, dapat mengharumkan nama bangsa dengan menyabet gelar di kejuaraan tersebut.

Kejuaraan Karate Tradisional Dunia XX diselenggarakan dari 2 hingga 8 Desember di Gimnasium PUCPR di Curitiba-PR Brazil dengan serangkaian kegiatan, yaitu: V Piala Dunia Interclubs, kursus teknis dan arbitrase, kongres ilmiah, pertemuan Universitas Tradisional Karate dan Komite Teknis dan Administrasi, Majelis Kontinental dan Majelis Umum.

(mdk/dan)

TOPIK TERKAIT

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.