Cari Bibit Atlet Muda Potensial, Christian Hadinata Sambangi Kota Bandung

OLAHRAGA | 28 Juli 2019 22:47 Reporter : Dian Rosadi

Merdeka.com - Upaya untuk menjaring bibit pebulutangkis calon juara dunia terus dilakukan. Jawa Barat dinilai sebagai salah satu wilayah yang banyak melahirkan pemain-pemain yang berprestasi di level nasional maupun dunia. Sebut saja Iie Sumirat, Taufik Hidayat hingga Susi Susanti.

Hal itu yang membuat legenda bulu tangkis Indonesia Christian Hadinata kembali turun gunung. Dalam acara bertajuk Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2019, Christian Hadinata berharap dapat menemukan talenta-talenta pebulutangkis muda yang berkualitas di Jawa Barat.

"Ya Bandung yang khususnya Jawa Barat secara umumnya kita tahu banyak melahirkan pebulutangkis yang hebat. Dari generasi ada Saya ada Iie Sumirat. Kemudian generasi berikutnya yang menjadi legenda juara dunia Taufik Hidayat itu juga dari Jawa Barat," kata Christian Hadinata kepada wartawan di GOR KONI, Kota Bandung, Minggu (28/7).

Pria yang juga pemain bulu tangkis Indonesia di era 1970-an hingga 1980-an ini menyebut jika cukup sulit mencari bakat-bakat pebulutangkis calon juara dunia. Namun dia percaya jika Jawa Barat tidak pernah kehabisan bibit pemain hebat.

"Memang sulit sekali mencari bakat-bakat pebulutangkis, terutama sektor putri seperti peraih emas Barcelona Susi Susanti. Itu kan dari Jawa Barat juga. Nah kita belum mendapatkan lagi," kata Christian Hadinata.

Dia berharap lewat digelarnya audisi ini dapat melahirkan pebulutangkis calon juara dunia.

"Jawa Barat tidak pernah kehabisan bibit bibit pemain yang hebat. Kita berharap lewat audisi ini saat juga akan lahir Iie Sumirat lain dan Taufik Hidayat lain," ungkap Christian Hadinata.

Untuk tahun ini lanjut Christian, pencarian atlet belia difokuskan pada dua kelompok usia yakni U-11 dan U-13, baik putra dan putri. Mereka yang terpilih melalui proses seleksi ketat sejak tahap audisi Umum hingga final audisi umum di Kudus.

Format dua kelompok usia yakni U11 dan U13 pada Audisi Umum 2019 dimaksudkan agar para pelatih bisa sedini mungkin mengasah bakat yang dimiliki para atlet muda. Hal ini juga untuk menjawab langkah dari PBSI yang membuka kesempatan kepada atlet berusia lebih muda untuk bergabung dalam Pelatnas.

“Sehingga dengan dua format usia ini, kami bisa mengasah mereka dari usia dini yang nantinya bisa semakin matang ketika mereka akan masuk ke Pelatnas," ucapnya.

Christian Hadinata sendiri menjadi ketua tim pencari bakat PB Djarum bersama sederet legenda bulutangkis seperti Liliyana Natsir, Sigit Budiarto, Fung Permadi, Lius Pongoh, Denny Kantono, Yuni Kartika, Hastomo Arbi, Engga Setiawan, Bandar Sigit Pamungkas, Sulaiman, dan Nimas Rani.

Sementara itu, Manajer Tim PB Djarum Fung Permadi menambahkan, pihaknya akan fokus untuk mencari atlet-atlet muda yang mampu menunjukkan mental dan karakter seorang juara. Selain bakat istimewa dan teknik dasar yang mumpuni, karakter juara adalah salah satu acuan para Pencari Bakat PB Djarum dalam memilih pemain yang akan diberi Super Tiket.

Karakter juara ini kata Fung akan terlihat saat pemain beraksi di lapangan. Salah satu indikatornya adalah punya daya juang yang tinggi dan enggan menyerah.

“Sementara kalau dari segi fisik, tahun ini kami akan mencari pemain yang gesit, itu poin utama,” katanya.

Rangkaian seleksi berlangsung sejak Minggu (28/7) hingga Selasa (30/7). Dalam audisi umum tahun inu diikuti oleh 705 peserta Peserta yang lolos tahap screening, akan saling bertanding sesuai kategori usia masing-masing dan diamati oleh tim pencari bakat PB Djarum. Hari berikutnya, para peserta yang lolos screening akan masuk ke fase turnamen. Di sinilah para peserta akan bertarung dengan sistem gugur. Seluruh peserta kembali dipertandingkan sesuai kelompok usianya.

“Fase turnamen ini akan berlangsung hingga terakhir di hari Selasa. Para peserta yang mencapai semifinal di Bandung berhak meraih Super Tiket untuk melaju ke babak Final Audisi di Kudus,” kata Fung Permadi.

(mdk/end)