Tambora Run 5K Incar Naik Level ke Provinsi di Tahun Depan

OLAHRAGA | 9 September 2019 11:00 Reporter : Syakur Usman

Merdeka.com - Sekitar lima ribu pelari dari kalangan pelajar dan umum memeriahkan Tambora Run 5K ketiga dengan garis finish di halaman Season City Mall, Jakarta Barat, kemarin (8/9). Untuk kali pertama, lomba lari ini memiliki peserta dari umum, termasuk komunitas lari seperti Jakarta Berlari.

Mualim Wijoyo, General Manager Trade Mall Season City, menjelaskan Tambora Run 5K dirintis sejak 2017 dengan jumlah peserta sekitar dua ribu orang dari masyarakat di Kecamatan Tambora, Jakarta Barat. Tahun kedua (2018), jumlah pesertanya meningkat menjadi 2.500 orang, meski masih untuk warga Tambora saja. Lomba lari ini merupakan satu dari empat kegiatan besar tahunan mal Season City, bersama Kampung Ramadan, Festival Cap Go Meh, dan sebagainya.

"Pada penyelenggaraan ketiga, tahun ini, jumlah pesertanya sekitar 5.000 orang dengan peserta bersifat terbuka, tak hanya warga Tambora, tapi warga Jakarta pada umumnya," ujar Mualiam dalam keterangan persnya usai menghadiri pembukaan Tambora Run 5K-3.0 di Mal Season City, Jakarta Barat, kemarin.Walikota Jakarta Barat, Rustam Effendi, membuka secara resmi lomba lari tahunan tingkat kecamatan ini.

Di kali ketiga Tambora Run 5K, kata Mualim, pihaknya membuka peserta dari kalangan umum selain warga Tambora sendiri. Respons-nya cukup baik, sehingga jumlah peserta dari kalangan umum mesti dibatasi 2.500 orang. Pada tahun depan, lomba lari tingkat Kecamatan Tambora ini akan ditambah lagi jumlah peserta dari kalangan umum.

"Tahun depan, jumlah peserta dari kalangan umum akan ditambah melihat animo peserta tahun ini," ucapnya.

Rute situs sejarah

Bambang Sutarna, Camat Tambora, menambahkan Tambora Run 5K melewati beberapa situs sejarah di kawasan Tambora, Jakarta Barat. Salah satunya adalah Langgar Tinggi di Pekojan.

“Langgar Tinggi merupakan salah satu peninggalan sejarah Batavia lama dan menjadi cikal bakal penyebaran agama Islam di kawasan Tambora. Kami ingin memperkenalkan situs ini kepada peserta lomba lari agar situs sejarah ini dikenal lebih luas,“ ucap camat Tambora pada kesempatan sama.

Selain Langgar Tinggi Pekojan, situs budaya lainnya yang dapat ditemukan sepanjang rute Tambora Run adalah beberapa kelenteng tua peninggalan masyarakat Tionghoa. Adapula bangunan-bangunan bernuansa arsitektur Eropa, sehingga Tambora dikenal sebagai salah satu pusat multietnis di Jakarta.

“Dengan eksplorasi warisan budaya ini, kami ingin membantu pemerintah Jakarta Barat memperkenalkan pariwisata di Kecamatan Tambora. Kami berharap dengan dikenalnya situs-situs sejarah ini makin banyak orang yang datang berkunjung sehingga bisa meningkatkan perekonomian kawasan,“ tambah Mualim.

©2019 Merdeka.com

Naik level ke provinsi

Hartono Wijaya, Chief Executive Officer PT Wijaya Artha Mandiri, produsen sportwear lokal merek 910 yang mendukung Tambora Run 5K, berpendapat pihaknya berharap pada tahun depan lomba lari ini bisa mencapai 10 ribu peserta. Apalagi komunitas lari sudah mulai berpartisipasi seperti Jakarta Berlari. Sebab jika suatu lomba lari sudah diikuti komunitas lari, maka potensi lomba lari itu populer semakin besar.

"Partisipasi dari komunitas lari ini menjadi salah satu tolok ukurnya. Tahun ini sudah diiikuti pelari semi-amatir. Jadi, harapan kami, Tambora Run 5K bisa seperti Bali Marathon atau Borobudur Marathon yang sudah terkenal," ucapnya.

Menurut Mualim, lomba lari ini diinspirasi dari kegiatan Jember Festival, sebuah kegiatan seni skala kabupaten, tapi gaungnya nasional bahkan diikuti oleh peserta dari mancanegara. Maka itu, pihaknya berharap dengan pengelolaan yang profesional, event Tambora Run 5K bisa naik level ke tingkat walikota, provinsi, bahkan nasional.

"Dear gubernur, Tambora Run 5K adalah kegiatan lomba lari tingkat kecamatan, tapi gaungnya skala nasional. Gubernur harus tahu ini," pungkas Mualim.

Tambora Run 5K bersifat gratis alias tidak dipungut biaya pendaftaran. Selain menyediakan hadiah puluhan jutaan rupiah untuk para juara, para peserta berkesempatan mendapatkan pulihan hadiah doorprize plus panggung hiburan, pertunjukan seni tradisional, dan festival kuliner dari Kecamatan Tambora, Jakarta Barat.

(mdk/sya)