All New Suzuki Ertiga Hybrid Jadi Mobil Hybrid Termurah Saat Ini, Kok Bisa?

All New Suzuki Ertiga Hybrid Jadi Mobil Hybrid Termurah Saat Ini, Kok Bisa?
All New Suzuki Ertiga Hybrid. ©2022 Merdeka.com
OTOMOTIF | 14 Juni 2022 07:00 Reporter : Syakur Usman

Merdeka.com - All New Ertiga Hybrid adalah jagoan baru Suzuki Indonesia mulai Juni ini.

Dengan harga mulai Rp 270 jutaan, All New Ertiga Hybrid mendapat banyak label: mobil Low MPV berteknologi hybrid pertama di pasar otomotif Indonesia, mobil hybrid termurah di Indonesia, dan sebagainya.

Dengan teknologi hybrid yang menawarkan efisiensi bahan bakar lebih baik, All New Ertiga Hybrid membuat pasar mobil keluarga semakin atraktif, di tengah tren mobil SUV .

Donny Saputra, 4W Marketing Director Suzuki Indonesia, mengatakan dengan sederet keunggulan teknologi, fitur, kenyamanan, dan tampilan, kami menargetkan All New Ertiga Hybrid meraih pangsa pasar Low MPV sebesar 11 persen pada tahun ini. Tahun lalu pasar mobil MPV sekitar 200 ribu unit, menurut data Gaikindo.

“Saat ini All New Ertiga Hybrid menjadi yang pertama dan satu-satunya Low MPV elektrifikasi di Indonesia. Dengan berbagai tambahan fitur canggih, harganya pun masih sangat kompetitif. Jadi kami cukup optimistis All New Ertiga Hybrid dapat pangsa pasar 11 persen,” kata Donny

Mobil ini juga ditargetkan berkontribusi 18-20 persen terhadap total penjualan Suzuki Indonesia pada tahun ini.

Ya, All New Ertiga Hybrid menjadi mobil hybrid paling murah yang beredar di pasar saat ini. Dengan harga mulai Rp 270 jutaan, mobil ini jauh lebih murah dari mobil hybrid merek lain yang bereddar di pasar otomotif Indonesia. Sebut saja Nissan Kicks e-Power atau Toyota Corolla Cross Hybrid, yang harganya di atas Rp 400 jutaan.

Mengapa All New Ertiga Hyrbid bisa sekompetitif itu harganya?

Ini faktor harga pokok produksi (HPP) Low MPV andalan Suzuki ini yang jelas lebih murah. HPP ini ditentukan beberapa variabel ini termasuk biaya buruh, kurs, dan sebagainya:

1. Konten lokal tinggi

Diproduksi di Pabrik Suzuki Cikarang, Jawa Barat, tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) All New Eruga Hybrid sangat tinggi. Menurut Donny Saputra, TKDN termasuk local purchase-nya lebih dari 80 persen. Alhasil, belanja komponennya relatif lebih murah ketimbang komponen impor.

2 dari 2 halaman

2. Masuk Kategori LCEV

all new suzuki ertiga hybrid

©2022 Merdeka.com

All New Ertiga Hybrid masuk ketegori kendaraan rendah emisi karbon (LCEV). Artinya kendaraan yang emisi karbonnya rendah. LCEV memang mencakup mobil hybrid, sebab menurut Kementerian Perindustrian LCEV memiliki beberapa kategori.

Kategori pertama adalah LCEV berbasis mesin pembakaran internal atau internal combustion engine (ICE). LCEV berbasis mesin konvensional ini maksudnya kendaraan bermotor hemat energi dan harga terjangkau (KBH2), istilah populernya adalah Low Cost and Green Car (LCGC).

Kategori kedua, kendaraan rendah emisi karbon berteknologi hybrid. Kategori ini masuklah mobil berteknologi hybrid dan plug-in hybrid seperti All New Ertiga Hybrid ini.

Dan kategori ketiga adalah kendaraan nol emisi karbon, yang mana mobil baterai listrik (BEV) atau berbahan bakar sel seperti hidrogen (FCEV) adalah masuk kategori tertinggi ini.

3. Dapat Insenrif Pajak

Karena masuk LCEV, All New Ertiga Hybrid dapat insentif pajak emisi sebesar 2 persen. Alhasil, mobil Low MPV hybrid ini hanya membayar pajak emisi sebesar 13 persen. Sedangkan mobil Low MPV berteknologi konvensional (ICE) mesti membayar pajak 15 persen.

Inilah beberapa variabel yang membuat harga pokok produksi All New Ertiga Hybrid kompetitif, sehingga harga jualnya murah sebagai mobil hybrid.

(mdk/sya)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini