Perpanjangan Diskon PPnBM

Astra Daihatsu: Kami Gembira Kebijakan untuk Menjaga Tren Positif Pasar Otomotif RI

Astra Daihatsu: Kami Gembira Kebijakan untuk Menjaga Tren Positif Pasar Otomotif RI
All New Daihatsu Rocky. ©2021 Merdeka.com
OTOMOTIF | 14 Juni 2021 19:17 Reporter : Syakur Usman

Merdeka.com - Pemerintah secara tiba-tiba memperpanjang tahap pertama diskon pajak penjualan atas barang mewah (PPnBm) 100 persen untuk produk otomotif yang habis di Mei lalu menjadi Agustus.

Perpanjangan diskon pajak ini berlaku untuk penjualan mobil baru 4x2 di bawah 1.500 cc. Sementara diskon PPnBM 50 persen di tahap dua juga diperpanjang menjadi Desember dari semula Agustus.

“Kementerian Keuangan senada dengan kami, bahwa PPnBM DTP dapat diperpanjang. Hal ini sesuai arahan Presiden Joko Widodo, diperlukan terobosan untuk tetap menciptakan iklim usaha yang kondusif di tengah kondisi pandemi. Ini bertujuan membangkitkan kembali gairah usaha di tanah air, khususnya sektor industri, yang selama ini konsisten berkontribusi signifikan bagi perekonomian nasional,” kata Menteri Perindustrian Agus Kartasasmita dalam siaran pers, kemarin.

Bagaimana tanggapan Astra Daihatsu soal perpanjangan diskon pajak tersebut?

Hendrayadi Lastiyoso, Division Head Marketing & Customer Relation PT Astra International-Daihatsu Sales Operation (AI-DSO), mengaku gembira atas kebijakan perpanjangan pajak ini.

"Tentu Astra Daihatsu baik sebagai distributor maupun retailer Daihatsu di Indonedia menyambut kebijakan pemerintah memperpanjang diskon PPnBM 100 persen dalam periode 3 bulan ke depan, pada Juni hingga Agustus nanti. Karena kebijakan tersebut terbukti dapat meningkatkan pasar otomotif Indonesia pada umumnya dan penjualan Daihatsu khususnya dalam periode 3 bulan sebelumnya, yaitu Maret-Mei. Sehingga tren positif penjualan otomotif dapat terus terjaga, meski masih dalam situasi pandemi Covid-19, yang pada akhirnya diharapkan pasar otomotif di Indonesia dapat mencapai kondisi normalnya kembali, yaitu 80.000-90.000an unit per bulan,"ujar Hendrayadi pada Merdeka.com, Senin (14/6).

Mobil Daiihatsu yang mendapat diskon pajak 100 persen sejak Maret lalu adalah Xenia, Terios, Luxio, Gran Max, dan All New Rocky.

Namun demikian, lanjut dia, untuk mencapai kondisi normal tersebut, industri otomotif masih dibayangi dengan kemampuan tingkat produksi atau pasokan suplainya, akibat masih adanya kelangkaan cip semikonduktor yang dialami secara global. Meski khususnya bagi Daihatsu dampak kelangkaan tersebut tidak terlalu signifikan jika dibandingkan dengan merek-merek lainnya.

Saat ini sektor otomotif Indonesia didukung oleh 21 perusahaan dengan total kapasitas 2,35 juta unit per tahun dan serapan tenaga kerja langsung 38 ribu orang, serta sekitar 1,5 juta orang turut bekerja di rantai nilai industri tersebut.

Rupanya realisasi perpanjangan diskon PPnBM 100 persen hingga Agustus itu sejalan dengan usulan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) kepada pemerintah.

“Pemerintah bisa menilai dan mengevaluasi apa yang terjadi dalam tiga bulan terakhir ini, yaitu Maret, April, dan Mei. Kalau kami melihatnya, tepat sasaran, dan semua pihak happy dengan adanya stimulus ini,” ungkap Ketua I Gaikindo, Jongkie Sugiarto, dalam keterangan persnya.

Menurut Jongkie, program diskon PPnBM 100 persen berjalan sukses dengan semua pihak merasa diuntungkan baik dari sisi pelaku usaha otomotif, konsumen, dan pemerintah. Tak hanya para pelaku industri otomotif yang mendapatkan keuntungan dari kenaikan penjualan mobil yang signifikan, tapi juga pemerintah pun berhasil meraih pendapatan PPn dan PPh dari meningkatnya penjualan mobil. Di sisi lain, konsumen mendapatkan kendaraan baru dengan harga yang lebih terjangkau.

Sejak diskon pajak 100 persen diberikan di Maret lalu, penjualan mobil baru naik hingga 28,8 persen. Bahkan pada April, penjualan melonjak hingga 227 persen dibanding periode sama tahun 2020 atau year on year (tahunan).

Data Gaikindo menyebutkan, penjualan ritel periode Januari–April 2021 naik 5,9 persen secara tahunan menjadi 257.953 unit. Sementara secara bulanan, penjualan ritel mendekati level normal atau sekitar 80.000 unit per bulan (mdk/sya)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami