Berdaya Saing Global, SUV Suzuki XL7 Transmisi Otomatis Irit Konsumsi BBM

Berdaya Saing Global, SUV Suzuki XL7 Transmisi Otomatis Irit Konsumsi BBM
OTOMOTIF | 17 Februari 2020 06:27 Reporter : Syakur Usman

Merdeka.com - Suzuki Indonesia akhirnya masuk ke pasar sport utility vehicle (SUV) lewat model New Suzuki XL7, yang dirilis di Jakarta akhir pekan lalu (15/2). Suzuki XL7 menggunakan platform All New Suzuki Ertiga (model MPV) dan dikembangkan dari model XL6 yang lebih dulu dipasarkan di India.

Berdimensi lebih panjang sedikit dari Ertiga, Suzuki XL7 juga menawarkan konfigurasi 7 tempat duduk. Suzuki XL7 dibekali mesin K15B berkapasitas 1.462 cc yang menghasilkan daya sebesar 104,7 PS per 6.000 rpm, serta torsi maksimal 138 Nm per 4.400 rpm. SUV terbaru Suzuki ini memiliki jarak sumbu roda sepanjang 2.740 milimeter dan ground clearance setinggi 200 mm.

Bagaimana konsumsi bahan bakar XL7?

Donny Saputra, Direktur Pemasaran PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), mengatakan pihaknya sudah melakukan studi terkait konsumsi bahan bakar bensin XL7 di Indonesia.

"Hasil konsumsi BBM XL7, untuk transmisi otomatis 15,78 kilometer per liter, sedangkan transmisi manual saya belum bisa sebutkan," ujar Donny saat dijumpai di Kebun Raya Bogor, pekan lalu.

Dia menjelaskan, bila dibandingkan Suzuki Ertiga transmisi otomatis, konsumsi bensin XL7 ada perbedaan sedikit. Ini dikarenakan bobot XL7 lebih berat, ukuran ban lebih besar, kaki-kaki juga berbeda. Total ada sekitar 200 parts yang membedakan XL7 dengan Ertiga.

Selain pasar domestik, SIS juga berencana mengekspor XL7 yang diproduksi di Indonesia, ke sejumlah negara pada sejak dirilis secara global akhir pekan lalu.

Secara spesifikasi dan fitur-fiturnya, meski Suzuki menyebut XL7 sebagai medium SUV, sejatinya di pasar Indonesia, XL7 bersaing keras dengan Toyota Rush, Daihatsu Terios, Mitsubishi Xpander Cross, dan Honda BR-V yang berada di segmen low SUV.

1 dari 1 halaman

Mesin K15B Bertenaga 104,7 PS

new suzuki xl7

2020 Merdeka.com

New Suzuki XL7 dipasarkan perdana secara global di Indonesia, terdiri dari enam varian. Varian termurah adalah XL7 ZETA transmisi manual seharga Rp230 juta (on the road Jakarta). Varian menengah, XL7 BETA transmisi manual Rp246,5 juta; XL7 BETA Transmisi Otomatis Rp257 juta.

Sedangkan varian tertinggi, XL7 ALPHA Transmisi Manual Rp256,5 juta dan XL7 ALPHA Transmisi Otomatis Rp267 juta.

Suzuki XL7 juga memiliki tampilan eksterior yang gagah dengan adanya muscular sweeping cross bar-front chrome grille design, bold LED headlamp with DRL, dan roof rail. Dari segi interior, Suzuki XL7 memiliki kabin yang lebih nyaman dengan warna hitam yang sporty dan armrest pada baris pertama serta kedua. Selain itu, terdapat juga audio system touch screen 8 inci, carbon fibered pattern dashboard, ventilated cup holder, serta tampilan Multi Information Display (MID) yang modern.

Untuk menambah kenyamanan berkendara, Suzuki XL7 hadir dengan fitur-fitur canggih seperti smart e-mirror yang merupakan spion tengah dengan fungsi untuk merekam kejadian pada sisi depan maupun sisi belakang mobil secara langsung. Juga terdapat keyless push start stop button, AC digital auto climate with heater serta power outlet hingga baris ketiga.

Selain itu, untuk menambah faktor keamanan, Suzuki XL7 dilengkapi fitur ABS & ABD, dual SRS airbag, ISOFIX, Hill Hold Control (HHC), Electronic Stability Programme (ESP), sensor parkir, kamera belakang, serta kunci immobilizer. SUV ini juga berbasis platform HEARTECT yang membuat kendaraan jauh lebih ringan namun tetap kokoh dan meningkatkan performa berkendara serta efisiensi bahan bakar. (mdk/sya)

Baca juga:
Chief Engineer Suzuki XL7: SUV Ini Kami Studi 4 Tahun dan Tes Jalan hingga 12 Bulan
Suzuki Luncurkan Global SUV XL7 di Jakarta, Harga Rp 230-267 Juta
VIDEO: Pesona Macho All New Suzuki XL7 di Indonesia!
Suzuki Indonesia Luncurkan XL7 Siang Ini, Model SUV Pesaing Rush dan Terios
New Carry Pick Up Jadi Mobil Terlaris Suzuki Indonesia 2019
Bikin Performa Mesin Terbaik, Suzuki Luncurkan Pelumas Mobil Ecstar

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Menolak Bahaya Lebih Baik Daripada Mengejar Manfaat

5