Cerita 'Ikonik' Suzuki Jimny, Mobil Mini Jagoan Off-Road di Indonesia

OTOMOTIF | 22 Juli 2019 09:00 Reporter : Syakur Usman

Merdeka.com - Meluncur di pameran GIIAS 2019 di ICE BSD City, Tangerang, pekan lalu, Suzuki Jimny generasi keempat 'menyapa' para penggemarnya dengan pasti. Pasalnya, tidak seperti dua tahun lalu yang menjual eksklusif, kali ini PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) berhasil menyakinkan prinsipal Jepang sehingga bisa menjual New Jimny secara rutin per bulan.

Meski kuotanya hanya 50 unit per bulan, lantaran permintaan dunia terhadap model ini juga tinggi.

"Yang penting kami mendapat kuota per bulan 50 unit. Jadi kami bisa menjual kontinu tidak seperti dua tahun lalu yang bersifat ekskluif," kata Makmur, Direktur Penjualan SIS, senang saat dijumpai di booth Suzuki GIIAS.

Ya, Suzuki Indonesia pantas senang. Betapa tidak, Suzuki Jimny memiliki banyak fans setia di Indonesia. Sejak generasi pertama meluncur di Indonesia pada 1979, alias 40 tahun silam, populasi Jimny lebih dari 130 ribu unit di Tanah Air.

Jimny pun menjadi ikon mobil off-road yang lincah dan tangguh mengarungi berbagai medan ekstrem. Dengan desain khas dan ikonik, serta beragam fitur fungsional, Suzuki Jimny memberikan kenangan mendalam yang selalu melekat di hati para penggemarnya.

Donny Saputra, 4W Marketing Director SIS, menjelaskan, "Kami tahu Jimny punya kenangan yang begitu melekat di konsumen sejak 1979. Setiap seri Jimny yang diluncurkan di Indonesia selalu membangkitkan kembali memori historis dan fenomenal terhadap mobil legendaris ini. Sebagai bentuk apresiasi kami terhadap pecinta Jimny di Indonesia, di GIIAS 2019 kami meluncurkan Jimny generasi keempat.”

Ya, SIS berhasil menjadikan Indonesia sebagai target pasar mobil off-road ikonik ini. Jimny yang berhasil meraih gelar "2019 World Urban Car" dan "World Car Design of the Year" di ajang World Car Awards, kembali hadir menyapa untuk mewujudkan keinginan penggemar setia Jimny di Indonesia.

Cerita tiap generasi

Jimny generasi pertama, yaitu seri LJ80, rilis di Indonesia pada 1979. Saat itu Jimny LJ80 akrab disebut “Jimny Jangkrik”, yang dirakit di Indonesia dengan kapasitas mesin 800 cc. Kehadiran mobil off-road 4x4 ini kontan mendulang sukses dan menjadi salah satu mobil ikonik di Indonesia. Jimny Jangkrik juga memiliki model turunan yang diproduksi hingga 1981, yaitu LJ-80V dan LJ-80Q, dengan pintu terbuat dari bahan metal.

©2019 Merdeka.com

Generasi kedua Jimny hadir pada 1982. Suzuki merilis Jimny SJ410 yang dipasarkan dengan nama "Katana". Hadir dengan mesin 1.000 cc, Jimny yang awalnya berpenggerak empat roda (4WD), melakukan penyegaran sebagai mobil berpenggerak 4x2. Meski teknologi penggerak rodanya diubah, Katana mampu membawa Jimny menuju puncak popularitas pada masanya. Bodinya yang kompak, mudah dimodifikasi, lincah saat bermanuver, dan tangguh berpetualang menjadi selling point-nya saat itu.

Katana bukan satu-satunya seri Jimny yang dirilis selama generasi kedua. Selain Katana, Jimny generasi kedua juga hadir dengan versi long wheelbase dengan julukan “Jimny Long”. Kemampuannya menjelajah menjadikan mobil ini sebagai kendaraan yang dapat digunakan, bahkan oleh masyarakat di daerah terpencil dan sulit dijangkau.

Masih masuk dalam Jimny generasi kedua, pada 2004 Suzuki meluncurkan Jimny SJ413 alias "Carribian, model yang paling berbeda dari generasi sebelumnya. Jimny Carribian memiliki sebuah extra-cab, sehingga menyerupai pick-up dengan kapasitas mesin 1.300 cc.

Pada ajang GIIAS 2017, generasi ketiga Jimny dirilis di Indonesia. Jimny JB33 yang juga dikenal sebagai Jimny Wide, hadir secara ekslusif dengan desain tak bersudut, tapi tetap menampilkan kesan Jimny nan ikonik dan jantan. Selain itu, Jimny generasi ketiga ini dibekali mesin berkapasitas 1.300 cc, lengkap dengan penggerak All-Wheel Drive (AWD). Penjualan Jimny Wide di Indonesia bersifat eksklusif, karena hanya dijual 88 unit dan harga Rp 285 juta.

(mdk/sya)