Cerita Presdir HPM Soal Style "Out of Date" Honda Mobilio

Cerita Presdir HPM Soal Style "Out of Date" Honda Mobilio
Presiden Direktur PT Honda Prospect Motor Kotaro Shimizu.. ©2022 Merdeka.com
OTOMOTIF | 31 Mei 2022 15:04 Reporter : Syakur Usman

Merdeka.com - Mobil multipurpose vehicle (MPV) Honda Mobilio memang kalah pamor dibandingkan saudaranya, All New Honda BR-V. Apalagi PT Honda Prospect Motor (HPM) terang-terangan mengakui fokus memasarkan mobil sport utility vehicle (SUV) sehingga seperti All New BR-V dan All New HR-V.

Tak heran volume penjualan Honda Mobilio cenderung merosot. Namun, HPM memastikan dan menegaskan mobil Low MPV tersebut masih terus diproduksi dan dipasarkan di Indonesia.

Kepastian ini disampaikan oleh Kotaro Shimizu, Presiden Direktur HPM yang baru menjabat sejak April lalu.

"Kami tetap menjual mobil MPV 7 seaters meski kini konsumen Indonesia lebih suka mobil SUV yang stylish," kata Shimizu pada Merdeka.com saat media test drive All New Honda HR-V di Bali, pekan lalu.

Namun begitu, Shimizu-san mengakui saat ini pihaknya sedang fokus ke model hatchback dan low cost and green car (LCGC), selain model SUV. Di LCGC, ada Honda Brio yang menjadi tulang punggung penjualan HPM. Fokus Brio ini disebabkan dampak pandemi dan problem pasokan cip atau semikonduktor, serta kesamaan platfrom dari keduanya.

"At the moment kami harus fokus ke Brio, tapi memang Mobilio style-nya out of date!" ungkap Shimizu.

Per kuartal I 2022, volume produksi Mobilio di kisaran 240-300 unit per bulan.

“Jadi saat ini kami produksinya sekitar 240 sampai 300 unit sebulan. Jadi tolong Mobilio ini tidak disuntik mati ya, Mobilio tetap ada karena pasarnya masih ada untuk fleet ,” tambah Yusak Billy, Direktur Pemasaran dan Penjualan HPM, pada kesempatan serupa.

2 dari 2 halaman

Fokus di Model SUV

all new honda br v 2021
©2021 Merdeka.com

Produk SUV menjadi fokus strategi produk HPM saat ini. Penyebabnya tren penjualan SUV terus meningkat. Pada tahun lalu pasar SUV melampaui penjualan MPV dan LCGC, sehingga pangsa pasar SUV di pasar otomotif Indonesia juga terus meningkat. Sedangkan pasar MPV dan LCGC cenderung stagnan.

"Pertumbuhan segmen SUV di Indonesia dipicu pemerataan ekonomi dan pembangunan infrastruktur ke berbagai wilayah. Pembangunan jalan tol dan jalan utama, perkembangan UMKM, dan industri lokal di berbagai daerah, hingga rencana pemindahan Ibukota Negara Republik Indonesia, mendorong terciptanya pasar otomotif baru yang mana konsumen menginginkan mobil yang lebih sesuai dengan kondisi sekitar serta kebutuhan mereka," ujar Ferdianto Budiono, Product Strategy Manager PT Honda Prospect Motor di Nusa Dua, Bali.

HPM klaim sudah memetakan karakter dan kebutuhan masyarakat Indonesia sebagai konsumen otomotif. Mereka kebanyakan membutuhkan mobil dengan karakter berikut: dapat menampung banyak orang, memuat banyak barang, reliabel dan harganya terjangkau, dan nyaman untuk dikendarai di berbagai kondisi jalan.

Namun, kebutuhan konsumen semakin berkembangnya terutama di berbagai wilayah yang berbeda-beda sehingga makin banyak konsumen memilih SUV karena dianggap menawarkan berbagai kelebihan. Antara lain ground clearance lebih tinggi, mesin lebih bertenaga, kabin lebih nyaman, dan teknologi keamanan lebih canggih.

"Kami juga melakukan riset untuk dapat menangkap apa yang diinginkan konsumen dari sebuah SUV. Hasilnya antara lain selain faktor-faktor dasar sebuah SUV seperti fun to drive, teknologi, aktualisasi diri, dan fungsi transportasi. Honda juga menangkap keinginan konsumen terhadap SUV yang unik, sesuai dengan karakter mereka yang berbeda-beda. Karena itu, Honda menciptakan Karakter SUV yang berbeda untuk masing-masing segmen," jelas Ferdianto.

(mdk/sya)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini