Chairman Mitsubishi: Misi Besar Saya Turunkan BM Mobil Listrik di Indonesia

OTOMOTIF | 18 Juli 2019 11:39 Reporter : Syakur Usman

Merdeka.com - Orang nomor satu di Mitsubishi Motors Corporation (MMC), Osamu Masuko, mengaku mempunyai 'tugas khusus' di Indonesia, terkait rencana pemasaran mobil listrik Mitsubishi Outlander PHEV di kawasasn Asia tenggara (ASEAN). Indonesia menjadi negara tujuan pertama di ASEAN untuk pemasaran mobil listrik SUV andalan Mitsubishi ini.

Peluncuran ASEAN debut Outlander PHEV dilakukan di pameran GIIAS 2019 pada hari ini, Kamis (18/7).

Dalam media preview di Jakarta, pekan lalu, PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) menyebutkan harga jual Outlander PHEV berkisar Rp 1,2 miliar-Rp 1,3 miliar. Ini baru harga perkiraan, belum harga ritel resmi.

Masuko-san mengakui harga jual Outlander PHEV mahal di Indonesia akibat komponen impor duty atau beamasuk (BM).

"Terkait Outlander PHEV, ada komponen biaya beamasuk yang tinggi di Indonesia. Ini misi besar saya kepada pemerintah Indonesia supaya dapat menurunkan beamasuknya, supaya harga jualnya terjangkau," ujar Masuko saat dijumpai di Jakarta, Rabu malam (17/7).

Menurutnya, jika volume penjualan outlander PHEV baik di Indonesia, ke depan pihaknya membuka peluang lokalisasi PHEV di Indonesia supaya tidak dikenakan beamasuk tinggi. Namun, sekali lagi tantangannya adalah volume penjualan.

MMC memutuskan memasarkan Outlanfer PHEV di kawasan ASEAN dengan negara tujuan pertama Indoneia. Untuk itu, MMC bekerja sama dengan BPPT RI untuk melakukan serangkai uji jalan di Pulau Sumba, Nusa Tenggara Barat.

"Kami ingin pasar tahu dulu benefit dari PHEV. Setelah suka, baru bisa dipakai. Benefit lain mobil PHEV bisa menjadi sumber daya listrik cadangan, seperti di Hokaido, Jepang, saat gempa beberapa tahun lalu," terangnya.

Naoya Nakamura, Presiden Direktur Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia, menambahkan selain beamasuk, hambatan lain dari pemasaran Outlander PHEV adalah pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) yang sangat tinggi. Apalagi ini mobil listrik SUV four wheel drive, sehingga kena dua kali pajak sesuai regulasi pemerintah Indonesia.

(mdk/sya)