Chief Engineer Ertiga Global: Ini tiga fitur khas Indonesia di All New Ertiga

Chief Engineer Ertiga Global: Ini tiga fitur khas Indonesia di All New Ertiga
Suzuki All New Ertiga. ©2018 Merdeka.com
OTOMOTIF | 24 April 2018 07:07 Reporter : Syakur Usman

Merdeka.com - Suzuki All New Ertiga yang diluncurkan secara global di pameran IIMS, Kamis pekan lalu (19/4), ternyata memiliki fitur khas yang dikembangkan untuk pasar Indonesia. Riset pasar generasi kedua ini dimulai pada akhir 2013, sejak generasi pertamanya dipasarkan di Indonesia pada 2012.

Satoshi Kasahara, Chief Engineer Ertiga Suzuki Motor Corporation kepada Merdeka.com, menjelaskan pengembangan All New Ertiga sudah dimulai sejak akhir 2013. Pihaknya melakukan riset pasar saat itu terutama kepada para pengguna mobil small MPV andalan Suzuki ini. Antara lain yang dikeluhkan konsumen Ertiga lawas adalah ruang baris ketiga yang sempit.

Berdasarkan riset pasar tersebut, Suzuki Motor Corporation melakukan beberapa perubahan di All New Ertiga. Hasilnya antara lain ruang kabin yang lebih luas, termasuk ruang baris ketiga yang lebih lega.
suzuki all new ertiga

Suzuki All New Ertiga ©2018 Merdeka.com

Kini semua penumpang diakomodasi dengan nyaman, termasuk di baris ketiga. Ada lebih banyak ruang untuk kaki tanpa mempengaruhi kenyamanan di baris kedua, berkat penambahan sepanjang 70 milimeter di antara titik pinggul baris kedua dan ketiga.

Garis atas aerodinamis yang baru memberikan ruang kepala yang cukup di baris pertama dan kedua, serta ditambahkan lebih banyak ruang kepala untuk penumpang di baris ketiga.

Kasahara-san mengungkapkan, ada tiga perubahan di All New Ertiga yang khas untuk pasar Indonesia. Pertama, ruang di baris ketiga lebih lebar hingga 40 milimeter. Kedua, penyimpanan barang yang unik, yakni penyimpanan uang yang dibedakan antara uang koin dan kertas. Dan ketiga, penyimpanam air minum ukuran satu liter di kantung pintu baris pertama dan kedua.

"Kegiatan riset dan pengembangan (R&D) All New Ertiga dilakukan di kantor pusat Jepang, tai banyak inspirasi dari indonesia" ujar Kasahara-san yang dijumpai usai debut dunia All New Ertiga di IIMS, JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat.

All New Ertiga, kata dia, selain diproduksi di Indonesia, juga diproduksi di India. Maka itu, secara prinsip, All New Ertiga versi Indonesia dan India sama persis.
"Konsumen Indonesia dan India mirip, mereka ingin mobil yang bisa menampung banyak orang dan barang," ungkapnya.
suzuki all new ertiga

Suzuki All New Ertiga ©2018 Merdeka.com

Berdasarkan hasil pengujian BTMP BPPT di Serpong, konsumsi bensin All New Ertiga lebih irit dari model lawas. Untuk transmisi manual, konsumsi mesin bensin 1.500 cc tercatat 1 liter untuk 18,09 kilometer. Sedangkan transmisi otomatis, 1 liter banding 16,73 kilometer.

Suzuki Ertiga generasi pertama mulai diproduksi dan dijual di Indonesia dan India pada 2012. Hingga Februari tahun ini, total penjualan mobil small MPV andalan Suzuki ini mencapai 676 ribu unit termasuk penjualan di India, Indonesia dan ekspor ke lebih dari 70 negara.

Pasar Ekspor
Shuji Oishi, Managing Officer Global Automobile Suzuki Motor Corporation, menjelaskan potensi ekspor All New Ertiga.
Kata dia, sejak hadir pada 2012 hingga Februari 2018, total ekspor Ertiga ke 70 negara tujuan sudah mencapai 243.000 unit.

Dia memprediksi pembaruan All New Ertiga akan mendorong ekspornya dari Indonesia hingga naik 50 persen pada tahun ini dibandingkan tahun lalu. "Pasar utama Ertiga asal Indonesia adalah Filipina, Thailand, dan Amerika Latin. Berikutnya negara-negara lain di Asia dan Amerika Latin,” pungkasnya. (mdk/ara)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami