Daihatsu dan Toyota Waspadai Potensi Gangguan Suplai Suku Cadang Dampak Virus Corona

Daihatsu dan Toyota Waspadai Potensi Gangguan Suplai Suku Cadang Dampak Virus Corona
OTOMOTIF | 19 Februari 2020 19:18 Reporter : Syakur Usman

Merdeka.com - Beberapa pabrikan mobil di Indonesia waspadai mengenai potensi gangguan pasokan suku cadang kendaraan akibat dampak wabah virus Corono di China. Karena banyak suku cadang mobil yang diproduksi di Indonesia diimpor dari China.

Daihatsu dan Toyota mengaku khawatir bila wabah virus Corona di China semakin menyebar dan meningkat di masa mendatang.

Amelia Tjandra, Direktur Pemasaran PT Astra Daihtasu Motor (ADM), menjelaskan ada potensi gangguan bila wabah virus Corono semakin melebar di China hingga Maret 2020. Saat ini beberapa suku cadang mobil Daihatsu yang dirakit di Indonesia dipasok antara lain dari Hong Kong dan Taiwan. Namun, Amelia tdiak bersediaa menyebutkan komponen yang dimaksud.

"Sebenarnya pemasok ADM tier 1 tidak alami gangguan. Tapi ada potensi gangguan di pemasok tier kedua," ujar Amelia saat menghadiri pembukaan Astra Auto Fest 2020 di Astra Biz Center, BSD City, Tangerang, Rabu (19/2).

Menurut Amelia, saat ini pasokan dan volume produksi Daihatsu Indonesia masih aman alias tidak terkendala pasokan suku cadang untuk mobil produksinya.

"Kami tunggu sampai akhir Maret. Jika wabah Corona makin meluas di dunia, kami akan mencari pemasok baru melalui pemasok tier satu ADM," pungkasnya.

1 dari 1 halaman

Pabrik Toyota di China Satu Pekan Off

002 yoga tri priyanto

2016 Merdeka.com

Anton Jimmy, Direkur Pemasaran PT Toyota asstra MOtor mengaku belum ada kepastian atau indikasi ada gangguan pasokan untuk mobil produksi dan suku cadang kendaraan bagi Toyota Indonesia. Sebab pabrik Toyota di China saat ini sudah masuk tahap pemulihan/recovery sambil mengejar produksi yang tertinggal.

"Karena sempat satu pekan tidak produksi pabrik Toyota di China akibat terdampak virus Corona. Namun, sejak 17 Februari lalu sudah mulai produksi lagi," kata Anton.

Saat ini, lanjut Anton, pabrik Toyota di China memang belum full production, sehingga Toyota Indonesia berkomunikasi dengan prinsipal mengenai pasokan untuk mobil produksi dan suku cadangnya.

"Memang ada beberapa isu akibat wabah virus Corono ini, tapi kami belum bisa klarifikasi. Jadi dampak gangguan pasokan belum pasti," terangnya.

Berdasarkan infoermasi dengan prinsipal, pabrik Toyota di China sedang mengejar target produksi hingga bulan depan (Maret). Jika target produksi tersebut bisa dikejar, maka tidak ada masalah pasokan dengan variabel wabah virus Corona bisa ditangani dan tidak menyebar.

"Jika virus Corona semakin menyebar dan meningkat, ada problum suplai/pasokan untuk mobil produksi dan suku cadang kendaraan di Indonesia," pungkas Anton.

(mdk/sya)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami