Daihatsu Prediksi Pasar Mobil Mei Lebih Buruk dari April

Daihatsu Prediksi Pasar Mobil Mei Lebih Buruk dari April
Peluncuran New Astra Daihatsu Ayla dan Daihatsu Sirion 2020. ©2020 Merdeka.com
OTOMOTIF | 14 Mei 2020 20:10 Reporter : Syakur Usman

Merdeka.com - Daihatsu Indonesia memprediksi penjualan ritel pada Mei ini lebih jelek dari bulan lalu (April). Padahal April lalu penjualan ritel mobil nasional turun lebih dari 50 persen menjadi 24.300 unit dibandingkan Maret.

Daihatsu juga mengalami penurunan penjualan lebih 50 persen jadi 5.160 unit di April lalu. Merek asal Jepang ini merupakan pemain terbesar kedua di pasar otomotif Indonesia selama satu dekade terakhir.

Amelia Tjandra, Direktur Pemasaran PT Astra Daihatsu Motor, mengaku rendahnya penjualan Mei juga karena faktor libur hari raya Idul Fitri sehingga waktu bekerja lebih sedikit dari bulan sebelumnya. Bila melihat tren penjualan ritel yang menurun mulai Maret, maka penjualan Mei juga akan menurun dari April.

Faktor lainnya, pandemi covid-19 yang belum mereda, daya beli masyarakat yang berkurang, dan persetujuan leasing kendaraan yang kini lebih ketat dari sebelumnya.

"Saya kira kondisi pasar di Mei akan lebih jelak lagi. Paling pasar akan menurun sekitar 40 persen, jadi penjualan ritel nasional di Mei tak lebih dari 15 ribu unit," ujar Amelia saat wawancara video secara online, Kamis (14/5).

Padahal Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat penjualan normal per bulan rata-rata 80 ribu unit.

Baca Selanjutnya: Penjualan di Jakarta Turun akibat...

Halaman

(mdk/sya)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami