Daihatsu Siapkan Pabriknya Produksi Ventilator, Begini Syaratnya

Daihatsu Siapkan Pabriknya Produksi Ventilator, Begini Syaratnya
OTOMOTIF | 6 April 2020 19:48 Reporter : Syakur Usman

Merdeka.com - PT Astra Daihatsu Motor (ADM) siap membantu pemerintah untuk memproduksi alat bantu pernapasan (ventilator) yang dibutuhkan rumah-rumah sakit rujukan Covid-19 di Indonesia.

Pabrikan otomotif terbesar di Tanah Air ini bersedia meminta vendor-vendor parts memproduksi ventilator dengan syarat gambar atau blue print produknya sudah diterima dari pemerintah.

Saat ini ADM punya dua pabrik, yakni di Sunter, Jakarta Utara dan Karawang, Jawa Barat. Masing-masing memiliki kapasitas produksi 200 ribu unit per tahun dan 300 ribu unit.

Amelia Tjandra, Direktur Pemasaran ADM, menegaskan pihaknya melalui Asosiasi; Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), sedang menunggu blue print produk ventilator dari Kementerian Perindustrian. Sepengetahuan ADM, pemerintah masih mencari desain produk ventilator yang cocok dengan kondisi di sini.

"Untuk perakitan ventilator di pabrik ADM sebenarnya tidak butuh waktu lama. Yang sulit bikin ventilator adalah produksi parts. Jadi kami akan bertanya pada vendor parts ADM dahulu karena mereka mesti mempersiapkan cetakannya dulu, dan sebagainya. Kalau assembling/perakitannya tidak butuh waktu lama," kata Amelia, Senin (6/4).

Menurutnya, untuk produksi ventilator ini, prioritas pertama adalah gambar/desain/blue print produknya. Kedua, desain produk tersebut yang akan dikomunikasikan kepada vendor parts ADM.

1 dari 1 halaman

Permintaan Kementerian Perindustrian

Sebelumnya Kementerian Perindustrian mendorong industri otomotif domestik memproduksi alat bantu pernapasan atau ventilator bagi pasien terinfeksi Covid-19. Saat ini, sejumlah rumah sakit rujukan Covid-19 membutuhkan banyak ventilator.

Sesuai arahan menteri perindustrian, kami telah meminta pelaku industri otomotif melalui Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), agar beberapa anggotanya dapat memproduksi ventilator, kata Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan (IMATAP) Kemenperin Putu Juli Ardika.

Menurut Putu, beberapa produsen otomotif sedang menindaklanjuti kerja sama dengan industri komponen untuk melakukan reverse engineering dalam pengembangan prototipe ventilator. Perusahaan itu juga telah mengidentifikasikan ada beberapa tim di lembaga pendidikan dan penelitian yang sedang bekerja mengembangkan ventilator.

Yohannes Nangoi, Ketua Umum Gaikindo, menambahkan, untuk mendorong para anggotanya untuk memproduksi ventilator, pihaknya meminta kepada pemerintah dapat menyediakan rekanan kompeten. Kami membutuhkan pendamping khususnya industri yang memiliki pengalaman dan keahlian dalam pembuatan ventilator, ujarnya.

Pendamping tersebut akan membantu mulai dari menjabarkan blueprint terkait teknis pembuatan ventilator, alih teknologi, sampai modifikasi fasilitas perakitan mobil agar dapat digunakan memproduksi ventilator dan menentukan standar bahan baku kepada supplier.

"Kemudian mitra berpengalaman itu menentukan standar bahan baku kepada pemasok, kami hanya membantu menjahitkan, ujarnya.

(mdk/sya)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami