Daihatsu Terpaksa Produksi Mobil Setiap Dua Hari, Sekarang Tinggal Satu Shift

Daihatsu Terpaksa Produksi Mobil Setiap Dua Hari, Sekarang Tinggal Satu Shift
OTOMOTIF | 6 April 2020 18:09 Reporter : Syakur Usman

Merdeka.com - Pabrikan otomotif kedua terbesar di Indonesia, PT Astra Daihatsu Motor (ADM), memilih kebijakan stop produksi mobil setiap dua hari sekali, karena dropnya permintaan mobil baru menyusul pandemik Covid-19 di Tanah Air sejak Februari lalu.

Amelia Tjandra, Direktur Pemasaran ADM, memaparkan kondisi terkini pabriknya yang saat normal volume produksinya mencapai 40-50 ribu unit per bulan.

"Produksi pabrik ADM di Sunter dan Karawang dua shift per 8 jam. Sekarang kami cuma 1 shift. Artinya berkurang 1 shift; 8 jam produksi. Dropnya luar biasa banyak," ujar Amelia di Jakarta, Senin (6/4).

Menurutnya, kebijakan stop produksi setiap dua hari sekali ini sesuai dengan anjuran pemerintah. Kebijakan ini berbeda dengan pabrikan lain, seperti Honda dan Suzuki, yang memilih stop produksi selama dua pekan mulai 13 April untuk mencegah penyebaran Covid-19.

"Pertimbangan kami, kalau kami ambil dua pekan libur atau stop produksi, para pekerja ADM pasti pulang kampung. Padahal ini tidak diinginkan pemerintah. Jadi kami memilih stop produksi dua hari sekali, sejak awal kami ingin begitu," ujarnya.

Kebijakan stop produksi per dua hari ini, lanjut dia, secara prinsip sama dengan kebijakan pabrikan lain yang menhentiksn produksi selama dua pekan. Daihatsu sendiri sudah memulai pada April ini kebijakan stop produksi setiap dua hari ini.

Pabrikan Terbesar di Indonesia

Menurut data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) per 2018, ada lima besar pabrikan otomotif di Indonesia. Pertama, Toyota dengan volume produksi 531.573 unit, Daihatsu (201.387 unit), Mitsubishi Motors (164.107), Honda (156.529), dan Suzuki (124.194).

Namun, sejatinya volume produksi pabrik Toyota itu berasal dari ADM. Karena pabrik ADM juga memproduksi mobil Toyota, seperti Avanza, Calya, dan Agya.

1 dari 1 halaman

Suzuki Stop Produksi 2 Pekan

Seiji Itayama, Presiden Direktur PT Suzuki Indomobil Motor dan PT Suzuki Indomobil Sales, kemarin, mengatakan saat ini menjadi prioritas utama Suzuki Indonesia adalah kesehatan seluruh elemen perusahaan.

Untuk alasan tersebut, Suzuki menghentikan sementara kegiatan produksi di pabriknya sebagai salah satu upaya melindungi karyawan.

Penghentian sementara pabrik Suzuki di Cakung, Tambun, dan Cikarang ini berlangsung selama 2 minggu, mulai dari 13 April 2020 sampai 24 April.

(mdk/sya)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami