DFSK Super Cab Ikut Tes Jalan BBM Solar B30 Sejauh 50 Ribu Km

OTOMOTIF | 17 Juni 2019 16:01 Reporter : Syakur Usman

Merdeka.com - Pabrikan otomotif asal China, DFSK, dan pemerintah Indonesia melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memulai road test penggunaan bahan bakar B30 pada kendaraan bermesin diesel. Road test ini dilakukan sebagai persiapan untuk menghadirkan bahan bakar solar dengan campuran FAME 30 persen (solar B30) kepada masyarakat.

Pada road test kali ini, DFSK ikut serta dengan meminjamkan dua unit DFSK Super Cab untuk mencoba kemampuan solar B30.

“Kami melihat pemerintah memiliki itikad baik terhadap industri otomotif di Indonesia dengan menyediakan bahan bakar yang berkualitas kepada masyarakat. Terlebih penggunaan solar B30 memiliki pengaruh skala ekonomis dan juga efek lingkungan yang lebih baik, sesuai dengan visi kami juga menghadirkan kendaraan berkualitas dengan harga yang terjangkau untuk konsumen. Sehingga DFSK sangat mendukung dan ikut berperan aktif terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah untuk menuju ke arah lebih baik,” ungkap Franz Wang, Managing Director PT Sokonindo Automobile of Sales Centre, melalui keterangan resminya, Senin (17/6).

Dua unit DFSK Super Cab yang dipinjamkan merupakan varian 1.3 T Diesel yang diisi dengan solar B20 dan solar B30, dengan kapasitas tangki bahan bakar minyak (BBM) hingga 55 liter. Pikap rakitan Cikande, Serang, Banten ini menggunakan mesin SFD 1.300 cc dengan tenaga 75 daya kuda dan torsi 190 Nm.

Road Test Penggunaan Bahan Bakar B30 akan mengajak DFSK Super Cab untuk menempuh jarak 50 ribu kilometer. Rutenya Lembang - Cileunyi - Nagreg - Kuningan - Tol Babakan - Slawi - Guci - Tegal - Tol Cipali - Subang - Lembang sejauh 560 kilometer per hari. Nantinya DFSK Super Cab akan melewati berbagai jenis kontur jalan, dan melihat sejauh mana efek penggunaan Solar B30 terhadap mesinnya.

Solar B30 merupakan inovasi bahan bakar solar dengan perpaduan antara 80 persen minyak solar dan 20 persen minyak nabati atau nama lainnya fatty acid methyl ester (FAME). Saat ini solar yang ada di Indonesia masih di tahap pencampuran 20 persen FAME atau yang lebih dikenal dengan nama Solar B20, sesuai dengan SK Dirjen Migas Nomor 28 tahun 2016.

Pemerintah melakukan inovasi dengan Solar B30 sebagai bentuk menyediakan BBM yang lebih ramah lingkungan. Karena Solar yang ada saat ini sudah tidak sepenuhnya dihasilkan dari minyak bumi yang tidak bisa didaur ulang. Selain itu pengembangan bahan bakar biodiesel merupakan program strategis pemerintah untuk meningkatkan ketahanan energi melalui diversifikasi energi dengan mengutamakan potensi energi lokal.

DFSK menghadirkan DFSK Super Cab dalam dua varian yakni 1.3 T Diesel seharga Rp 150 juta dan 1.5L Gasoline Rp 124,9 juta (on the road Jakarta).

(mdk/sya)