Dua Merek Otomotif Baru asal China Masuk Pasar Otomotif Indonesia

Dua Merek Otomotif Baru asal China Masuk Pasar Otomotif Indonesia
Peresmian Pabrik Wuling Motors. ©2017 Merdeka.com
OTOMOTIF | 23 Desember 2021 11:01 Reporter : Syakur Usman

Merdeka.com - Industri otomotif Indonesia bakal kedatangan dua pemain baru asal China. Saat ini ada dua merek otomotif asal Tiongkok yang hadir di pasar nasional, yakni Wuling Motors dan DFSK.

Merek Wuling dan DFSK (Dongfeng) masuk dalam kelompok ”Top 20” di pasar China dengan total pemain 95 merek otomotif.DFSK berada di peringkat ke-19, sementara Wuling di peringkat ke-20, berdasarkan data carsalesbase.com.

Kukuh Kumara, Sekretaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), mengungkapkan ada dua merek otomotif asal Negeri Tirai Bambu yang sudah berdiskusi dengan pihaknya untuk masuk ke pasar otomotif nasional.

"Selain Cherry yang dipastikan datang, ada BYD yang akan masuk ke Indonesia. Sementara merek lain dari negara lain seperti Eropa Timur belum ada kemajuan," ujar Kukuh saat diskusi daring bersama Forum Wartawan Otomotif Indonesia (Forwot), kemarin (22/12).

Menurut Kukuh, menariknya kedua merek China itu tidak hanya ingin memasarkan produk, tapi juga ingin membangun pabrik di Indonesia. Gaikindo tentu mendukung merek-merek otomotif yang ingin membangun industrinya di Tanah Air.

Pasar otomotif Indonesia memang menarik bagi merek lain. Apalagi rasio kepemilikan mobil per 1.000 orang di Indonesia masih rendah, yakni 99/1.000. Soal rasio ini, Indonesia masih kalah dibandingkan negara lain di kawasan Asia Tenggara (ASEAN), seperti Malaysia yang punya rasio 490/1.000, Thailand 275/1.000, Singapura 211/1.000, dan Brunei Darussallam 805/1.000.

"Jadi potensi bagi merek lain di pasar otomotif Indonesia masih terbuka meski sudah banyak pemain. Indonesia juga punya potensi dengan kapasitas produksi masih idle 50 persen," jelasnya.

2 dari 2 halaman

Pasar satu juta unit

spg di giias 2021

©Liputan6.com/Angga Yuniar

Pasar otomotif Indonesia pertama kali mencapai satu juta unit pada 2012, yang bertahan hingga 2019. Namun, volume pasar turun drastis menjadi sekitar 500.000 unit pada 2020 akibat pandemi Covid-19.

Per November tahun ini, industri otomotif nasional mulai pulih seperti sebelum pandemi. BUktinya, penjualan mobil nasional mencapai 790.524 unit, lebih tinggi dari target Gaikindo yang 750.000 unit sepanjang tahun ini.

Data Gaikindo juga menyebutkan, volume produksi industri otomotif Indonesia di Januari-November tahun ini naik 61,4 persen menjadi 1.003.570 unit dibandingkan periode sama tahun lalu. Pasar domestik juga tumbuh sebesar 66,5 persen menjadi 790.524 unit. Kenaikan produksi dan penjualan ini terjadi, setelah pemerintah merilis kebijakan relaksasi pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) ditanggung pemerintah (DTP) per Maret 2021.

Sementara pasar ekspor (mobil CBU) juga tumbuh 29,5 persen menjadi 267.224 unit, dan pasar impor (CBU) 45.917 unit.

Di pasar domestik, segmen MPV mendominasi dengan pangsa pasar 51 persen dan memiliki volume penjualan 443.921 unit. Disusul segmen LCGC dengan kontribusi 20 persen atau setara 133.258 unit. Sisanya segmen sedan, pikap, truk, double cabin, dan segmen 4x4.

(mdk/sya)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami