Gaikindo: Fokuskan Ekspor Mobil ke Australia, Ada Tapinya

OTOMOTIF | 18 Oktober 2019 18:16 Reporter : Syakur Usman

Merdeka.com - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) ingin merealisasikan eskpor produk otomotif buatan Indonesia ke pasar Australia secepat mungkin. Sebab pasar Australia cukup besar dengan permintaan per tahun mencapai 1,4 juta unit.

Hal tersebut disampaikan Kukuh Kumara, Sekretaris Jenderal Gaikindo, usai menghadiri pertemuan bertajuk "Outreach Program Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA CEPA) di arena Trade Expo 2019 di ICE BSD City, Jumat (18/10).

Menurut Kukuh, pertemuan ini tindak lanjut dari business summit di Australia baru-baru ini. Untuk bisa menembus pasar Australis di sektor otomotif, perlu kolaborasi semua pihak terkait. Seba potensi pasar mobil Australia tinggi, meski sejak 2017 seluruh pabrikan otomotif global menutup pabriknya di Australia.

"Meski tidak ada pabrik otomotif lagi di Australia, jumlah permintaan mobil di sana tinggi; 1,4 juta per tahun. Mobil yang beredar di sana masih banyak menggunakan internal combustion engine (ICE) sehingga bisa dipasok dari Indonesia," kata Kukuh.

Menurutnya, Gaikindo mendorong mobil yang diekspor ke Australia adalah mobil bermesin ICE, bukan mobil hybrid apalagi listrik. Ini disesuaikan dengan moibl yang diproduksi oleh pabrikan ototmof di Indonesia sekarang. Bukan mobil hybrid atau listrik yang belum diproduksi di Indonesia.

Yang penting untuk bisa merealisasikan ekspor mobil ke Australia adalah minat atau persetujuan prinsipal merek otomotif yang ada di Indonesia. Minat prinsipal penitng unutk menjadikan Indonesia ebagai basis produksi mobil yang diekspor ke Australia.

Saat ini Indonesia belum pernah mengkepsor mobil secara utuh (CBU) ke Australia, kecuali komponen otomotif seperti radiator dan filter.

"Pasar Australis harus kami fokuskan pasca perhanjian dagang Indonesia-Ausyralia, setelah selama ini kita hanya fokus ke Asia tenggara, Afrika, dan Timur Tengah. Pasar Australis positif dongkrak ekspor mobil Indonesia. Kalau kita bisa mendapat pangsa pasar 10 persen saja, berarti 140 ribu unit per tahun," ucapnya.

©2017 Merdeka.com

Kompetitor Thailand

Secara spesifikasi produk, lanjut dia, Indonesia tidak akan kesulitan, karena pabrikan otomotif dunia yang ada di Indoneisa sudah memasarkan produknya ke Australia sehingga tahu betul kebutuhan pasar di sana. Kemudian standar emisi Australia sudah Euro-5 atau 6, sedangkan Indoesia Euro-4 sehingga gap-nya tidak terlalu jauh.

Namun demikian, Indonesia memiliki pesaing sebagai eksportir mobil, yakni Thailand. Sedangkan negara lain seperti Filipina, Vietnam, dan Malaysia tidak sebanding. Namun, Indonesia memiliki keunggulan, yakni waktu pengapalan Indonesia lebih cepat satu minggu dibandingkan Thailand. Apalagi jika pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat, sebagai salah satu car terminal, beroperasi, maka daya saing Indonesia semakin tinggi.

Industri otomotif Indonesia mempunyai kapasitas produksi mobil sebanyak 2,25 juta unit. Namun, per tahun lalu volume produksinya baru mencapai 1,3 juta unit dengan serapan pasar domestik 1,1 juta unit dan pasar ekspor 200 ribu unit.

(mdk/sya)