Gaikindo: Industri Otomotif Nasional Siap Terapkan Tatanan 'New Normal'

Gaikindo: Industri Otomotif Nasional Siap Terapkan Tatanan 'New Normal'
OTOMOTIF | 2 Juni 2020 11:04 Reporter : Syakur Usman

Merdeka.com - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) siap menjalankan kebijakan strategis yang diarahkan oleh pemerintah dalam upaya pemulihan sektor industri dan ekonomi nasional, terutama dalam tatanan new normal nanti.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua Umum Gaikindo Jongkie D Sugiarto, dalam keterangan persnya, kemarin.

“Kami berharap industri segera pulih. Untuk itu, kami bersama-sama dengan pemerintah, terutama Kemenperin, terus memonitor situasi dan kondisi di lapangan untuk menyiapkan langkah-langkah perbaikan, termasuk di sektor industri otomotif,” kata Jongkie.

Pada kesempatan sama, Gaikindo juga memberikan apresiasi terhadap upaya Kementerian Perindustrian RI membantu industri otomotif yang terdampak pandemi Covid-19.

Menurut Jongkie, saat ini sektor industri otomotif dalam negeri membutuhkan dukungan dari regulator, khususnya Kemenperin RI.

“Wabah Covid-19 mengakibatkan turunnya daya beli masyarakat dan berdampak pada operasional serta produktivitas industri otomotif. Namun, kami sangat mengapresiasi perhatian dari Kemenperin yang aktif membantu industri otomotif bisa bertahan dalam menghadapi masa sulit sekarang,” ujarnya.

Salah satu kebijakan Kemenperin yang disambut positif industri adalah penerbitan Izin Operasional Mobiitas dan Kegiatan Industri (IOMKI) yang dapat menjamin industri tetap produktif sehingga bisa memenuhi kebutuhan pasar. IOMKI memiliki peran penting untuk mengairahkan sektor industri di dalam negeri tetap produktif, tapi dengan mengikuti protokol kesehatan.

1 dari 1 halaman

17 Ribu IOMKI Dikeluarkan Kemenperin selama Pandemi

004 yoga tri priyanto

©2016 Merdeka.com

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, pihaknya berkomitmen terus mendorong operasional sektor industri nasional di tengah pandemi Covid-19. Namun, hal terpenting yang perlu diperhatikan adalah setiap kegiatan industri harus dijalankan dengan pedoman protokol kesehatan.

Hingga saat ini ada 17 ribu IOMKI yang dikeluarkan pada perusahaan industri dan perusahaan kawasan industri melalui Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas).

“Sesuai Surat Edaran Menperin Nomor 8 Tahun 2020, perusahaan yang memiliki IOMKI wajib melaporkan implementasi protokol kesehatan seminggu sekali dan ada sanksi untuk pelanggaran aturan ini,” jelas menteri.

Selanjutnya, Kemenperin juga terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi untuk meningkatkan pengawasan dan pembinaan terhadap perusahaan industri yang masih beroperasi. Untuk memantau penerapan protokol kesehatan dan pencegahan Covid-19 di perusahaan industri,

Menperin juga meninjau beberapa sektor industri, antara lain PT Kahoindah Citra Garment dan PT Panasonic Manufacturing Indonesia di Jakarta, serta PT Daehan Global Brebes di Jawa Tengah.

(mdk/sya)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Agar Jiwa Tak Terguncang Karena Corona

5