Gaikindo: Relaksasi PPnBM Bisa Bikin Penjualan Kembali ke 80.000 Unit per Bulan

Gaikindo: Relaksasi PPnBM Bisa Bikin Penjualan Kembali ke 80.000 Unit per Bulan
komponen biaya dan pajak industri otomotif RI. ©2021 Merdeka.com
OTOMOTIF | 4 Maret 2021 13:59 Reporter : Syakur Usman

Merdeka.com - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyambut positif kebijakan baru pemerintah terkait industri kendaraan bermotor.

Dua kebijakan itu adalah PMK No 20/PMK 010 2021 tentang Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) atas penyerahan barang kena pajak yang tergolong mewah berupa kendaraan bermotor tertentu yang ditanggung pemerintah tahun anggaran 2021, dan Kepmenperin No 169 Tahun 2021 tentang kendaraan bermotor dengan pajak penjualan atas barang mewah atas penyerahan barang kena pajak yang tergolong mewah ditanggung oleh Pemerintah pada tahun anggaran 2021.

Yohannes Nangoi, Ketua Umum Gaikindo, mengaku kebijakan tersebut telah menjadi angin segar bagi industri otomotif Indonesia. Kebijakan relaksasi PPnBM dipandang berdampak positif untuk industri otomotif Indonesia.Harapannya, penjualan kendaraan bermotor bisa mencapai 70.000-80.000 unit per bulan.

“Kami sangat antusias menyambut kebijakan relaksasi PPnBM pemerintah, karena kami yakin kebijakan tersebut akan memberikan napas baru bagi industri otomotif yang belakangan ini mengalami tahun yang berat,” ujar Yohannes dalam rilisnya, Kamis (4/3).

Menurut Nangoi, kebijakan tersebut tidak hanya memberi dampak bagi industri kendaraan bermotor di Indonesia, tapi juga untuk seluruh industri-industri pendukungnya. Kami sangat berharap sesegera mungkin industri kendaraan bermotor di Indonesia bisa pulih kembali, yang dapat ditandai dengan membaiknya penjualan kendaraan bermotor di Indonesia.

Pulihnya penjualan kendaraan bermotor di Indonesia akan membantu bangkit kembalinya ekosistem industri kendaraan bermotor yang pada 2020 terpukul. Yang mana penjualan kendaraan bermotor roda empat atau lebih yang biasanya mampu menjual 90.000-100.000 unit per bulan, turun cukup signifikan, bahkan hanya 3,700 unit di Mei tahun lalu.

Dengan kebijakan baru per 1 Maret tahun ini, maka seluruh mata rantai industri kendaraan bermotor berupaya agar pemulihannya bisa lebih cepat.

Tren Peningkatan Penjualan

Rizwan Alamsjah, Ketua III Gaikindo sekaligus Vice President PT Krama Yudha menambahgkan, perbaikan sudah mulai terlihat sejak diberlakukan kebijakan tersebut.

“Kami menerima info dari salah satu diler resmi Mitsubishi, perolehan pesanan sebelumnya sebanyak 5-6 unit per-hari, sejak kebijakan PPnBM berlaku terjadi lonjakan=menjadi 25 unit per hari. Jadi hal ini sangat positif,” ucapnya.

Jika perbaikan ini dapat berlangsung secara stabil, maka diharapkan target 2021 akan dapat dicapai. Dan secara pararel juga akan mendorong ribuan perusahaan pendukung industri kendaraan dalam ekosistem industri untuk juga dapat dipercepat pemulihannya.

Pemulihan tersebut dapat membantu tidak kurang dari 1,5 juta pekerja di sektor tersebut kembali bekerja secara penuh sehingga diharapkan juga turut membantu percepatan pemulihan ekonomi nasional Indonesia.

Gaikindo meyakini penerapan kebijakan pemerintah tersebut tepat waktu dan tepat sasaran, karena diberlakukan pada saat kondisi nasional mulai menunjukkan perbaikan positif.

“Meski ada beberapa suara sumbang yang menyatakan bahwa kebijakan relaksasi PPnBM ini datang terlambat, bagi Gaikindo saat ini adalah waktu tepat, karena distribusi vaksin sudah berjalan, kondisi kesehatan nasional mulai membaik, serta perekonomian masyarakat yang mulai kembali menggeliat,” pungkas Nangoi.

(mdk/sya)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami