Guru Sebagai Agen Transformasi Penanaman Nilai-nilai Keselamatan Lalu Lintas

OTOMOTIF | 5 Agustus 2019 12:53 Reporter : Syakur Usman

Merdeka.com - Direktorat Keamanan dan Keselamatan (Ditkamsel) Korlantas Polri melaksanakan program diseminasi model integrasi pendidikan lalu lintas dengan memasukkan dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) di tingkat sekolah dasar (SD) pada 2019. Program ini diselenggarakan di Pekanbaru, Riau, baru-baru ini, dengan tujuan menumbuhkan kesadaran dan kepekaan dalam berlalu lintas sejak usia dini.

Acara ini dihadiri langsung oleh DirKamsel Korlantas Polri Brigjen Pol Dr Cryshnanda Dwi Laksana S.IK, M.Si; Ketua Tim Materi Pendidikan Lalu Lintas (PLL) Ditjen Dikdasmen Kemendikbud Dr Arnie Fajar MPd; Wadirlantas Polda Riau AKBP Fadly Munzir Ismail SH, S.IK, M.Si; Kadis Pendidikan Kota Pekanbaru Abdul Jamal, dan para guru kelas sekolah dasar (SD) se-Pekanbaru.

Sebagai informasi, penerapan pendidikan lalu lintas di sekolah-sekolah sudah mulai sejak 2010, dengan membuat nota kesepahaman atau konsultasi Polri dengan Kemendikbud RI. Isi MoU ini disetujui kembali pada 2017, dengan strategi yang digunakan adalah mengintegrasikan nilai - nilai tertib lalu lintas dalam mata pelajaran di sekolah, saat ini khusus di mata pelajaran PKn.

Menurut DirKamsel Korlantas Polri Brigjen Pol Dr Cryshnanda Dwi Laksana S.IK, M.Si, kegiatan diseminasi model pendidikan dinas lalu lintas ini bagian dari edukasi. Ini upaya antisipasi keselamatan serta menanamkan nilai-nilai persetujuan dan disiplin dalam lintas lintas.

Pendidikan diseminasi lalu lintas yang selama ini ada di mata pelajaran PKn sangat bermanfaat bagi orang tua pelajar, karena anak usia muda lebih menginginkan rasa ingin tahunya dan juga sangat rentan terhadap perubahan lingkungan sekitar.

"Kami sudah lama bekerja sama dengan Kemendikbud. Karena yang namanya lalu lintas tidak bisa lepas dari faktor manusian. Orang patuh lalu lintas karena dari edukasi salah satunya. Ini bukan menekan angka kecelakaan, tapi membangkitkan kesadaran. Artinya kalau orang sadar, maka mereka peduli atau peka terhadap masalah keselamatan," ujar Cryshnanda di Pekanbaru, Riau.

Dia juga mengungkapkan, pendidikan lalu lintas ini mulai dari dasar dengan para guru sebagai ikon. Bahkan bisa menjadi bagian mentransformasi penanaman nilai-nilai keselamatan lalu lintas kepada anak didik atau orang tua siswa.

Kesadaran berlalu lintas penting bagi keselamatan kita sendiri dan orang lain.

"Maka saya berharap para guru memiliki peran dan fungsi yang sangat luar biasa, terutama guru SD bisa menjadi teladan atau pilar edukasi keselamatan lalu lintas sejak dini,” pungkas dia.

(mdk/sya)