Hyundai Indonesia Tetap Jual Ioniq dan Kona Electric, meski Ioniq 5 Lebih Populer

Hyundai Indonesia Tetap Jual Ioniq dan Kona Electric, meski Ioniq 5 Lebih Populer
mobil listrik baterai Hyundai di Indonesia. ©2020 Merdeka.com
OTOMOTIF | 14 Mei 2022 12:16 Reporter : Syakur Usman

Merdeka.com - Hyundai Indonesia tetap memasarkan mobil listrik (EV) Ioniq dan Kona secara CBU, meski ada model baru Ioniq 5 yang lebih populer karena diproduksi di Cikarang, Jawa Barat. Sebelumnya ada kabar EV Hyundai Ioniq (sedan) dan Kona (SUV) dihentikan penjualannya.

Chief Operating Officer PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) Makmur, menjelaskan penjualan mobil listrik Hyundai Ioniq dan Kona masih dilakukan, meski ini produk impor (CBU). Saat ini jumlah volume pemesanan (SPK) mencapai 700 unit. Sedangkan SPK Ioniq 5 mencapai 1.700 unit.

"Mobil listrik baterai Ioniq dan Kona, saya pastikan, masih dijual," ujar Makmur dalam media gathering di Jakarta, Jumat malam (13/5).

Dia menjelaskan pihaknya masih memiliki stok EV Ioniq dan Kona EV, meski volumenya tidak banyak. Mobil listrik ini yang diimpor secara utuh (CBU) dari Kore ini punya masa tunggu atau inden 1-2 bulan. Saya tegaskan kedua model EV ini tetap dijual, meski Hyundai Indonesia baru saja memasarkan EV Ioniq 5 yang sudah CKD alias diproduksi di Indonrsia.

"Segmen mobil listrik sedan dan CBU masih ada di Indonesia," tegasnya.

Berdasarkan laman resmi HMID, harga jual Hyundai Ioniq Electric Rp 675,7 juta, sementara harga Kona Electric Rp 734,9 juta.

Kona Electric enggunakan motor listrik sinkron bermagnet permanen dengan efisiensi tinggi sebesar 100 kW atau 136 ps yang dipasok dari baterai lithium ion 39,2 kWh. Sementara motor mengembangkan torsi 395 Nm yang didistribusikan ke roda depan.

Jarak tempuh Kona Electric mencapai 345 km (berdasarkan NEDC3) dan 289 km (berdasarkan WLTP4) dalam sekali pengisian daya baterai. Pengisian daya penuh dapat dicapai dalam 54 menit dengan pengisian cepat (pengisian nol hingga 80 persen @ 100 kW).

Sementara Ioniq Electric memiliki powertrain dengan menggunakan motor listrik bermagnet permanen dan berefisiensi tinggi sebesar 100 kW (136 ps). Tenaga ini dipasok dari baterai lithium ion 38,3 kWh. Motornya mengembangkan torsi 295 Nm yang didistribusikan ke roda depan. Kemampuan akselerasi 0-100 meter hanya 9,9 detik.

Jarak tempuhnya mencapai 373 km (berdasarkan NEDC1) dan 311 km (berdasarkan WLTP2) dalam sekali pengisian daya baterai. Pengisian daya penuh dapat dicapai dalam 54 menit untuk pengisian 0-80 persen dengan menggunakan stasiun pengisian kendaraan listrik berkapasitas 100 kW.

(mdk/sya)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami