iCar Asia Group Incar Pendapatan Naik Lebih dari 50 Persen di 2020

OTOMOTIF | 24 Januari 2020 07:36 Reporter : Syakur Usman

Merdeka.com - iCar Asia Limited (Group), jaringan pasar otomotif digital di Asia Tenggara (ASEAN), mengincar pertumbuhan pendapatan lebih dari 50 persen pada 2020. Target ini bisa dicapai setelah Group mencapai titik impas pendapatan usaha sebelum biaya bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi (EBITDA) per November 2019.

Di ASEAN, iCar Asia memiliki lini bisnis di Malaysia, Thailand, dan Indonesia dengan portal Mobil123.com dan Otospirit, serta Carmudi Indonesia yang diakuisisi November tahun lalu.

Hamish Stone, CEO iCar Asia, mengatakan prospek di 2020 sangatlah positif. iCar Asia berada di jalur tepat untuk meningkatkan pertumbuhan pendapatan yang diperkirakan mencapai 50 persen atau lebih dari tahun ke tahun. Pertumbuhan ini akan dicapai melalui konsistensi dari bisnis grup dan Carmudi Indonesia selama setahun ke depan.

Dengan pandangan ini, grup diharapkan menghasilkan perputaran keuangan positif pada semester kedua 2020 dan memberikan EBITDA positif secara bertahap pada 2020.

“Tahun 2019 adalah tahun sukses bagi grup, karena kami mencapai titik impas EBITDA pada November 2019, satu bulan lebih awal dari target kami. Dengan selesainya akuisisi Carmudi Indonesia, kami menantikan tahun yang lebih sukses di 2020 yang mana kami akan memantapkan posisi sebagai pemimpin pasar di tiga negara sehingga mengembangkan portofolio keuntungan yang lebih besar," ujar Stone dalam rilisnya, Jumat (24/1).

1 dari 1 halaman

Kinerja 2019 Positif

2016 iCarasia.com

Berdasarkan kinerja kuartal empat 2019, iCar Asia melaporkan penerimaan kasnya tercatat AU$ 4,2 juta atau Rp 39,06 miliar (kurs 1 AU$ setara Rp 9.300), naik 39 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Pertumbuhan tersebut dicapai berdasarkan besarnya pendapatan di semua bisnis unit, termasuk mobil bekas dan mobil Baru di tiga negara (termasuk event Malaysia), serta didukung juga dengan operasional Carmudi Indonesia selama satu setengah bulan sejak akuisisinya rampung pada November tahun lalu. Bahkan akuisisi Carmudi pun tidak berdampak terhadap hasil pencapaian rekor penerimaan tunai di kuartal akhir 2019.

Seperti pengumuman sebelumnya, penerimaan di atas tidak termasuk penerimaan bruto dari bisnis lelang, sebagai salah satu produk iCar yang secara terpisah disebutkan sebagai penerimaan bersih.

Di kuartal akhir tahun lalu pula perusahaan mencatat penurunan biaya operasional sebesar 25 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Penurunan signifikan ini didorong pertumbuhan pendapatan stabil dan pengeluaran yang lebih rendah. Ini adalah hasil dari operasional iCar Asia di Malaysia dan Thailand yang sekarang konsisten memberikan arus kas positif.

Sementara Indonesia mengurangi separuh pengeluaran dan mampu menjaga biaya perusahaan tetap stabil pada tahun lalu. Hasil ini termasuk biaya akuisisi Carmudi.

Seperti disampaikan sebelumnya, akuisisi terhadap Carmudi Indonesia diharapkan terjadi sinergi pendapatan dan pengeluaran di Indonesia, yang menjadi persyaratan iCar Group mempertahankan periode investasi singkat dalam beberapa bulan. Setelah periode ini, Group berharap dapat memberikan titik impas dan keuntungan EBITDA. Di luar adanya perubahan lain, Group mengharapkan memberikan perputaran keuangan positif pada semester kedua 2020 sesuai pedoman sebelumnya dan memberikan EBITDA positif secara bertahap sepanjang 2020.

Perusahaan menutup tahun dengan pendapatan sebesar AU$ 6,8 juta, setelah pembayaran awal yang dikeluarkan dari pembelian Carmudi sebesar AU$ 2,29 juta. Selain itu perusahaan juga memiliki akses dana tambahan sebesar AU$ 5 juta dalam bentuk fasilitas utang. Perusahaan juga berharap penggunaan kas dipergunakan untuk pengembangan bisnis menjadi kas impas dan tidak menggunakan fasilitas penarikan pinjaman atau mengakses modal lain dalam perencanaan saat ini.

(mdk/sya)

TOPIK TERKAIT

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.