Jurus DFSK membebaskan rasa cemas konsumen dari garansi kendaraan 'seadanya'

OTOMOTIF | 1 September 2018 11:00 Reporter : Syakur Usman

Merdeka.com - Keberhasilan membutuhkan 'komponen' berani dan tepat. Berani dalam hal fulus atau investasi, tapi juga tepat dalam hal strategi apa yang digeber dalam tahap awal.

Jurus tersebut tampaknya coba dilakukan oleh PT Sokonindo Automobile, agen pemegang merek mobil DFSK di Indonesia, pemain baru di pasar otomotif nasional sejak tahun ini.

'Komponen' berani ditunjukkan dengan membangun pabrik perakitan di Cikande, Banten, senilai US$ 150 juta berkapasitas produksi 50 ribu unit per tahun. Dilanjutkan dengan memasarkan model perdana kendaraan penumpang di Indonesia; DFSK Glory 580, city SUV berkapasitas 7 penumpang, April lalu.

Menariknya, untuk mendukung pemasaran Glory 580, merek otomotif asal China ini memberikan garansi selama tujuh tahun atau setara 150 ribu kilometer (km)! Tujuh tahun merupakan garansi mobil terlama yang diberikan merek otomotif di Indonesia.

Ini termasuk strategi berani. Pasalnya, hingga kini belum ada pabrikan yang berani memberikan garansi selama tujuh tahun. Yang mendekati adalah garansi lima tahun dari merek Korea. Sementara rata-rata pabrikan hanya tiga tahun atau setara 100.000 km. 'Komponen' garansi terlama ini menjadi strategi yang digeber di awal-awal kehadirannya di Indonesia.

Hebatnya, komponen yang digaransi selama tujuh tahun itu terbilang lengkap. Karena meliputi komponen utama mobil dan aksesorisnya, seperti bodi, komponen utama mesin, transmisi, sasis, elektrik, dan aksesoris. Padahal pengadaan suku cadang dan komponen DFSK sudag standar internasional, lantaran hasil kerja sama dengan penyalur komponen global seperti Bosch, TRW, Delphi, dan Yanfeng Johnson.

(mdk/sya)