Kesan Pertama Mengendarai Wuling Almaz di Sirkuit Sentul Bogor

OTOMOTIF | 24 Januari 2019 15:52 Reporter : Syakur Usman

Merdeka.com - Wuling Motors Indonesia memberikan kejutan di awal 2019. Berlokasi di Sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat, Rabu (23/1), pabrikan otomotif asal China ini mengadakan first impression Wuling Almaz, mobil SUV yang diluncurkan pada kuartal I 2019. Merdeka.com termasuk yang mendapat kesempatan kejutan tersebut.

Di sirkuit sepanjang 4,12 kilometer ini, diciptakan beberapa obstacle untuk menguji keandalan dan fitur-fitur keamanan aktifnya.

Lewat tengah hari, Merdeka.com akhirnya mendapat kesempatan first impression terhadap Wuling Almaz, setelah mendapat penjelasan soal mesin 1.500 cc turbocharger dan transmisi CVT 8-percepatan. Ada kesempatan dua lap!

Kabin Wuling Almaz yang disajikan kemarin sangat mewah. Terkesan premium dengan jok kulit dan pengaturan elektronik kursi pengemudi yang lengkap laksana mobil SUV Eropa. Saya pun cepat menemukan posisi mengemudi yang nyaman.

Ruang jok keduanya juga sangat lapang baik untuk leg room maupun head room. Plus panoramic roof, terkesan ada sensasi sendiri sebagai penumpang baris kedua. Nyaman sudah pasti.

Yang menonjol juga di kabinnya, sistem audio dengan layar sentuh sangat lebar hingga 10,4 inci (saya pikir ini audio layar sentuh terlebar yang segmen SUV Indonesia saat ini, seperti mobil listrik Tesla).

Lap pertama saya menggunakan transmisi CVT otomatis untuk menaklukkan beberapa tes di Sentul. Mesin 1.500 cc turbocharger yang menghasilkan tenaga maksimum 140 hp per 5.300 rpm dengan torsi maksimum 250 Nm di 1.600-3.600 rpm mampu melajukan mobil yang tampak besar itu. Saya melihat desainnya merujuk pada SUV Land Rover; besar, kokoh, dan bergaya. (pihak Wuling belum menginformasikan bobot Almaz).

Mobil SUV ini juga stabil saat melibas tikungan-tikungan Sirkut Sentul. Gejala limbung sangat minim. Di beberapa spot, saat melaju hingga kecepatan 80-100 kilometer per jam, saya diharuskan mengerem mendadak sekaligus menghindari sebuah obstacle yang dipasang di tengah trek. Fitur keamanan aktifnya; ABS, EBD, dan BA bekerja optimal, karena saya mudah sekali menunaikan tugas tersebut. Lulus ujian pertama!

Ujian kedua terkait fitur electronic stability control (ESC). Di sini saya harus meliuk-liukkan mobil besar ini lewat tes zig-zig. Kesan saya, mobil ini begitu stabil dan balance sehingga kita mudah mengendalikannya.

Ujian terakhir adalah akselerasi. Dengan memindahkan transmisi CVT ke mode manual 8 percepatan, mobil melejit di percepatan rendah. Perpindahan transmisi saat menambah kecepatan sangat lembut, nyaris tiada hentakan. Mobil terus melaju kencang dengan mudah. Sayang trek lurus sepanjang 900 meter di Sentul belum cukup mengeksplorasi transmisi manual Almaz ini.

wuling almaz segera meluncur di awal 2019 ©2019 Merdeka.com

Sebelum kembali ke pit stop, ada obstacle terakhir yakni tanjakan setinggi sekitar 2 meter dengan sudut 45 derajat. Ini untuk fitur auto vehicle hoolding (AVH) dan hill hold control (HHC), yang saya rasa efektif bekerja menahan mobil tidak turun, tanpa saya harus menginjak rem.

Banyak fitur menarik dan advance yang belum sempat saya eksplor di Wuling Almaz. Namanya juga first impression.

Namun, saya mengeluarkan ekstra tenaga untuk membuka dan menutup pintunya. Terasa berat. Oya, satu lagi sistem kemudinya baru memiliki tilt steering (naik-turun). Sedangkan telescopic (maju-mundur) belum tersedia.

(mdk/sya)

TOPIK TERKAIT