Kinerja Penjualan Kelompok Elite Industri Otomotif RI, Merek Mana yang Terpuruk?

Kinerja Penjualan Kelompok Elite Industri Otomotif RI, Merek Mana yang Terpuruk?
OTOMOTIF | 20 Mei 2020 11:46 Reporter : Syakur Usman

Merdeka.com - Penjualan mobil yang buruk di April tahun ini menggambarkan betapa dahsyatnya badai Covid-19 menghantam industri otomotif Indonesia.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyebutkan, penjualan ritel mobil secara nasional turun 70 persen di April tahun ini menjadi 24.276 unit dibandingkan April tahun lalu (secara tahunan).

Namun, bila dibandingkan bulan sebelumnya (Maret), penjualan April lalu turun hampipr 60 persen.

Ada lima merek teratas yang menguasai pasar lebih dari 80 persen di industri otomotif Indonesia. Kita sebut saja kelompok elite pasar mobil nasional.

Dari kelompok lima besar ini, kami coba menggambarkan merek mana yang paling terpukul dan menderita penurunan penjualan terbesar per April tahun ini secara tahunan, berdasarkan data penjualan Gaikindo:

1. Honda

Bukan Toyota yang terpukul paling nyata dari buruknya pasar di April lalu, melainkan Honda. Pabrikan otomotif asal Jepang ini mencatat penurunan terbesar yakni 81,9 persen.

Penjualan ritelnya hanya mencatat 1.855 unit, padahal di April tahun lalu volumenya mencapai 10.260 unit! Di April, Honda memiliki pangsa pasar peringkat tiga dengan 15,2 persen.

2. Mitsubishi Motors

Merek yang terkenal dengan mobil SUV ini menderita penurunan terbesar kedua setelah Honda. Mitsubishi Motors yang juga anggota aliansi global Renault-Nissan ini mengalami penurunan 74,4 persen, sehingga penjualan ritelnya hanya 2.703 di April.

Dari sisi pangsa pasarnya juga turun ke peringkat lima dengan 10,2 persen.

1 dari 2 halaman

3. Toyota

new astra toyota agya 2020

©2020 Merdeka.com

Menariknya, pemain nomor satu di Indonesia justru berada di peringkat ketiga. Ya, Toyota Indonesia hanya mengalami penurunan 68,3 persen dan mencatat penjualan 8.443 unit.

Namun, pangsa pasar Toyota masih nomor satu di sini dengan 30,8 persen.

Anton Jimmi Suwandy, Direktur Pemasaran PT Toyota-Astra Motor, menjelaskan alasan masih tinggi penjualan mobilnya di masa pandemi Covid-19 dan penerapan PSBB di banyak daerah.

"Penjualan Toyoota tetap tinggi karena permintaan segmen fleet masih kuat. Mereka tetap mencari mobil yang fungsional dan value for money yang diperoleh lewat model Toyota Avanza," ungkapnya.

4. Suzuki

Merek ini mencatat penurunan terbesar keempat yakni 66,9 persen. Ya, penjualan ritel Suzuki yang merayakan 50 tahun kehadirannya di Indonesia ini hanya mencatat 2.700 unit di April lalu. Pangsa pasarnya 11,5 persen.

5. Daihatsu

Merek yang terkecil mengalami penurunan di kelompok elite ini adalah Daihatsu, yakni 61 persen. Pemain terbesar kedua di Indonesia setelah Toyota ini hanya menjual 5.160 unit di April lalu dan meraih pangsa pasar 18,2 persen.

Itulah posisi kelompok lima besar di pasar otomotif Indonesia.

2 dari 2 halaman

Wuling dan Nissan Turun 80 Persen Lebih

Sejatinya, di luar kelompok elite ini, masih ada beberapa merek yang mengalami penurunan penjuala besar pula, lebih dari 80 persen.

Seperti Wuling Motors yang penjualannya turun 82,2 persen menjadi 262 unit di April dan Nissan yang turun 82,9 persen, tinggal 165 unit.

(mdk/sya)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami