Kisah Mesin MIVEC, Teknologi Dapur Pacu Optimal Mobil Mitsubishi

Kisah Mesin MIVEC, Teknologi Dapur Pacu Optimal Mobil Mitsubishi
OTOMOTIF | 3 Juni 2020 18:54 Reporter : Syakur Usman

Merdeka.com - Mitsubishi Motors Corporation (MMC) menghadirkan kendaraan yang dapat mengantarkan penggunanya mencapai ambisinya. Salah satu bentuk untuk mewujudkannya adalah menghadirkan kendaraan dengan performa mesin optimal.

MMC menciptakan mesin dengan teknologi MIVEC (Mitsubishi Innovative Valve timing Electronic Control system). Nama mesin yang dilengkapi mekanisme pengaturan valve-timing (waktu bukaan katup udara dalam mesin) yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan mesin secara otomatis.

Pabrikan asal Jepang ini lama fokus pada teknologi untuk mengatur kinerja waktu (valve timing) dan besarnya bukaan katup udara dalam mesin (valve lift) untuk menghasilkan tenaga besar, konsumsi bahan bakar efisien, dan emisi gas buang rendah.

Mesin MIVEC pertama kali digunakan pada model Mitsubishi Mirage 1992. Mitsubishi Motors kemudian terus mengembangkan mesin ini menjadi All New MIVEC, yang mengendalikan intake valve timing (waktu bukaan katup udara masuk) dan besarnya valve lift pada waktu yang sama sepanjang waktu.

“Mesin MIVEC pada kendaraan Mitsubishi Motors memiliki teknologi yang tidak hanya mengoptimalkan performa tenaga mesin, tapi juga memperhitungkan tingkat konsumsi bahan bakar dan gas buang yang efisien, sekaligus memperhatikan keberlangsungan lingkungan,” ujar Guntur Harling, Group Head of Product Strategy Division PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), Rabu (3/6).

Berikut ini kisah lengkap mesin MIVEC Mitsubishi Motors:

1. MIVEC 4J1

Pada 2011, Mitsubishi Motors menyematkan mesin All New MIVEC SOHC (Single Over Head Camshaft) pada model Galant Fortis untuk pasar Jepang dan Sportback Galant Fortis. Pada All New MIVEC SOHC 16 Valve (model 4J1), kinerja mesin lebih dikembangkan dengan menyesuaikan volume udara yang masuk melalui mekanisme pengaturan valve timing dan valve lift, serta bukaan throttle valve.

Mesin modell 4J1 ini juga mengurangi konsumsi bahan bakar dengan peningkatan stabilitas pembakaran melalui optimalisasi struktur ruang bakar dan pengurangan gesekan melalui optimalisasi struktur piston. Selain itu, meski mengadopsi struktur SOHC yang sederhana, kinerja mesin tersebut sama dengan mesin MIVEC sebelumnya.

Selain itu, sistem stop-stop AS&G (Automatic Stop and Go) mencapai stop-and-start yang mulus dengan getaran minimal bersama dengan pengurangan konsumsi bahan bakar saat restart karena pengurangan volume asupan udara oleh sistem All New MIVEC.

1 dari 2 halaman

2. MIVEC 4B1

mitsubishi pajero sport

©2016 Merdeka.com

Mitsubishi Motors juga mengembangkan seri mesin MIVEC DOHC 16-valve Engine (4B1), yang digunakan pada model Outlander dan Delica D:5, serta Galant Fortis. Seri 4B1 memiliki sistem yang secara kontinu dan optimal mengontrol valve timing dan valve lift pada intake serta exhaust valve sesuai dengan putaran mesin. Sistem ini menghasilkan performa mesin tinggi dan efisiensi bahan bakar.

Sistem ini juga secara terus-menerus mengendalikan intake cam dan exhaust cam secara independen, serta menyediakan kombinasi output tenaga maksimal, efisiensi bahan bakar optimal, dan ramah lingkungan dengan membuat kontrol katup yang lebih tepat sesuai dengan RPM dan beban engine pada sistem intake saja.

3. MIVEC 4B11

Mitsubishi Motors kemudian mengembangkan mesin 4B11 MIVEC Twin-Scroll Turbo Engine. Mesin ini memiliki keunggulan lebih lanjut dengan peningkatan respons jauh dibandingkan dengan model 4G63 konvensional. Output maksimumnya adalah 221 kW setara 300 ps per 6.500 rpm dan torsi maksimum 422 Nm per 3.500 rpm (untuk pasar Jepang).

Kemudian merancangnya untuk menghasilkan torsi tinggi dari rentang kecepatan yang lebih rendah. Mesin jenis ini dapat mencapai performa tenaga yang luar biasa, termasuk perbaikan gear ratio pada drive train. Fitur terbesar dari mesin ini adalah menggunakan blok silinder die-cast aluminium yang memungkinkan pengurangan bobot mesin itu sendiri sebesar 12,5 kg dibanding blok silinder besi-konvensional.

2 dari 2 halaman

4. MIVEC di Produk Mitsubishi Motors Indonesia

mitsubishi xpander cross debut global di jakarta

©2019 Merdeka.com

Teknologi MIVEC juga disematkan kendaraan penumpang yang dipasarkan di Indonesia saat ini. Seperti model flagship Small MPV Mitsubishi Xpander dibekali mesin 4A91 MIVEC 1.5L DOHC 16 Valve yang memiliki tenaga hingga 104 PS per 6.000 rpm dengan torsi maksimum 141 Nm di 4.000rpm.

Dibekali mesin serupa dengan Xpander, Xpander Cross memiliki tenaga maksimum dan torsi sama, tapi Xpander Cross memiliki kombinasi mesin dan suspensi canggih dengan katup peredam guncangan sehingga dapat memberikan kenyamanan berkendara di berbagai medan.

Sementara pada model Outlander Sport, disematkan mesin 4B11 16 Valve MIVEC DOHC berkapasitas 2.000 cc yang menghasilkan tenaga maksimum 150 PS per 6.000 rpm dengan torsi maksimum 197 Nm per 4.200 rpm.

Model SUV Eclipse Cross memiliki mesin 4B40 DOHC MIVEC 1.5L yang dilengkapi dengan Turbocharged, menjadikan torsi lebih bertenaga pada RPM rendah-menengah. Dengan mesin empat silinder, Eclipse Cross mampu mencapai tenaga maksimum hingga 150 PS per 5.500 rpm dan dengan torsi mesin maksimum 250 Nm di 2.000-3.500 rpm.

Teknologi mesin MIVEC juga disematkan di model mobil diesel seperti Pajero Sport varian Dakar 4x4, Dakar Ultimate, dan Dakar 4x2 yang dihadirkan dengan mesin 4N15 2.4L MIVEC Turbocharged and Intercooled. Model New Triton juga dibekali teknologi MIVEC dengan mesin 4N15 DI MIVEC DOHC 16 valve Direct Diesel Injection, Intercooled & Turbocharged untuk varian Ultimate dan Exceed.

Terakhir, mobil Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) Outlander dibekali mesin MIVEC yang melengkapi kecanggihan dan berbagai fiturnya. Outlander PHEV disematkan mesin 4B12 2.4L DOHC MIVEC empat silinder.

(mdk/sya)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Gerak Cepat Jawa Barat Tangani Corona - MERDEKA BICARA with Ridwan Kamil

5