Laba Bisnis Otomotif Astra Grup Anjlok 14 Persen

OTOMOTIF | 31 Oktober 2019 17:59 Reporter : Syakur Usman

Merdeka.com - Bisnis otomotif Astra International Tbk kian tertekan berdasarkan kinerja keuangan kuartal III tahun ini. Dalam laporan keuangan Astra Group yang dirilis Kamis (31/10) sore ini, laba bersih lini bisnis utama ini anjlok 14 persen menjadi Rp 6,06 triliun per akhir September tahun ini dari Rp 7,01 triliun di periode sama tahun lalu.

Menurut manajemen astra, penurunan laba bersih sebesar 14 persen menjadi Rp 6,06 triliun terutama disebabkan penurunan volume penjualan mobil, kenaikan biaya- biaya produksi, dan efek dari translasi nilai tukar mata uang asing.

"Penjualan mobil Astra turun 7 persen menjadi 396 ribu unit. Sedangkan penjualan mobil secara nasional turun 12 persen menjadi 754 ribu unit," ujar Prijono Sugiarto, Presiden Direktur Astra International Tbk dalam rilisnya.

Namun, lanjut dia, pangsa pasar Astra justru meningkat dari 50 persen menjadi 53 persen. Pada periode yang sama, kelompok usaha ini telah diluncurkan 14 model baru dan 7 model revamped.

Di bisnis mobil, Astra Group mengelola merek otomotif Toyota, Daihatsu, Peugeot, Isuzu, dan UD Trucks

Berbeda dari pasar mobil, penjualan sepeda motor Astra Honda meningkat 5 persen menjadi 3,7 juta unit, dengan pangsa pasar sedikit naik menjadi 75 persen, menurut Kementerian Perindustrian. Sementara penjualan sepeda motor secara nasional juga meningkat 4 persen menjadi 4,9 juta unit. Pada periode ini Astra meluncurkan 6 model baru dan 19 model revamped.

"Bisnis komponen otomotif Grup, PT Astra Otoparts Tbk (AOP) yang 80 persen sahamnya dimiliki Perseroan, mencatatkan peningkatan laba bersih sebesar 24 persen menjadi Rp 512 miliar. Ini disebabkan kenaikan pendapatan dari segmen pasar suku cadang pengganti atau replacement market dan menurunnya biaya produksi," pungkas dia.

(mdk/sya)