Laba Bisnis Otomotif Astra Grup Anjlok 68 Persen di Tahun Lalu

Laba Bisnis Otomotif Astra Grup Anjlok 68 Persen di Tahun Lalu
Menara Astra International. ©2019 Merdeka.com
OTOMOTIF | 26 Februari 2021 10:20 Reporter : Syakur Usman

Merdeka.com - Raksasa otomotif Indonesia, PT Astra International Tbk, mencatat kinerja menurun berdasarkan laporan keuangan 2020 dibandingkan tahun sebelumnya.

Salah satu bisnis utamanya, otomotif, mencatat laba bersih Rp 2,7 triliun, turun 68 persen dari tahun sebelumnya yang meraih Rp 8,4 triliun.

Dalam rilis Astra Grup, kemarin, penjualan mobil di Astra Grup turun 50 persen. Sedangkan penjualan sepeda motor menurun 41 persen.

“Pendapatan dan laba bersih grup Astra pada 2020 menurun akibat dampak pandemi Covid-19 dan upaya penanggulangannya. Grup terus beroperasi di tengah kondisi menantang, dan masih terdapat ketidakpastian mengenai kapan pandemi berakhir. Kami memperkirakan kondisi ini berlangsung selama beberapa waktu dan masih terlalu dini untuk memprediksi dampak pandemi terhadap kinerja grup pada 2021," kata Djony Bunarto Tjondro, Presiden Direktur Astra International, kemarin.

Di bisnis otomotif, Astra Grup mengelola merek-merek seperti Toyota, Daihatsu, Isuzu, UD Trucks, dan Peugeot. Serta Honda di sepeda motor.

Berdasarkan laporan keuangan 2020, setelah mengalami kerugian bersih pada kuartal II, divisi otomotif grup kembali mencatatkan keuntungan pada semester II, setelah ada pelonggaran penerapan langkah-langkah penanggulangan pandemi.

Penjualan mobil secara nasional menurun 48 persen menjadi 532 ribu unit pada tahun lalu. Penjualan mobil Astra pada tahun lalu menurun 50 persen menjadi 270 ribu unit. Pangsa pasar pun menurun sedikit. Sebanyak 16 model baru dan 18 model revamped telah diluncurkan.

Sementara penjualan sepeda motor secara nasional menurun 44 persen menjadi 3,66juta unit. Sedangkan penjualan Astra atas sepeda motor Honda menurun 41 persen menjadi 2,89 juta unit, yang menggambarkan peningkatan pangsa pasar. Sebanyak lima model baru dan 11 model revamped telah diluncurkan pada tahun lalu.

Baca Selanjutnya: Bisnis Komponen Turun Drastis...

Halaman

(mdk/sya)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami