Lika-liku di Balik Pembuatan New Daihatsu Sigra Karya Anak Bangsa

OTOMOTIF | 13 Oktober 2019 20:21 Reporter : Nanda Farikh Ibrahim

Merdeka.com - PT Astra Daihatsu Motor, selaku agen pemegang merek Daihatsu di Indonesia, meluncurkan New Astra Daihatsu Sigra pada pertengahan September 2019. Mobil Low Cost Green Car (LCGC) itu mengalami minor change atau facelift yang membuat tampilannya terlihat lebih modern dan stylish.

Di balik tampilan baru Sigra tersebut ada cerita menarik yang dibagikan PT ADM. Penyegaran yang tersemat pada mobil itu ternyata merupakan karya anak bangsa.

Executive Coordinator Design Engineering Research and Development (R&D) PT ADM, Soni Satriya mengatakan, semua proses minor change pada New Sigra dilakukan oleh R&D ADM, saat menjadi pembicara dalam New Astra Daihatsu Sigra Media Test Drive di Bandung, Kamis (10/10/19).

Secara garis besar, pembuatan New Astra Daihatsu Sigra melalui tiga proses, yaitu styling process, engineering process, dan test and validation process. "Masing-masing proses tersebut memiliki beberapa tahapan untuk penyempurnaan," kata Sony.

Namun, sebelum melewati proses-proses tersebut akan dilakukan survei terlebih dahulu, baik untuk model baru atau model yang akan dimodifikasi. Survei tersebut dilakukan untuk mengetahui kebutuhan dan selera kustomer.

Menurut Sony, selera orang Jepang dan orang Indonesia tentu berbeda, maka dari itu market suatu negara akan lebih efektif kalau sesuai selera masyarakat lokalnya. "Jadi kita menyebutnya from Indonesian, to Indonesian, and Indonesian taste," tambahnya.

Pada styling process dilakukan pembuatan konsep lebih dari 30 sketsa. Sketsa yang dipilih kemudian akan dibuat dalam bentuk tanah liat atau clay model, dari skala 1:5 hingga 1:1. Butuh tingkat akurasi yang tinggi dalam clay model sehingga pembuatannya dilakukan secara manual. "Clay model ini kemudian discan menjadi 3D data yang akan diserahkan ke engineering," ujarnya.

Dalam proses engineering, data 3D tersebut kemudian diubah menjadi gambar teknis untuk menerapkan desain konstruksi terbaik pada setiap bagian dan diwujudkan dengan proses pembuatan prototipe.

Hasil prototipe selanjutnya diuji dalam test and validation. Pengujian tersebut dilakukan untuk mengetahui performa, kekuatan, keamanan, dan ketahanan serta memastikan mobil tersebut sesuai dengan kondisi di Indonesia dan standard kualitas global. "Kami memiliki 24 jenis jalan di Indonesia, dari Sabang sampai Merauke (yang biasa digunakan dalam tes)," tutur Sony.

Selain prosesnya yang panjang, pembuatan New Astra Daihatsu Sigra ini juga mengalami banyak lika-liku. Marketing Director PT ADM, Amelia Tjandra mengatakan membuat mobil minor change memang tidak mudah.

Amel menjelaskan, saat pertama kali membuat desain, R&D ADM bisa menunjukkan 30 sketsa lebih kepada tim marketing. Pada momen itu biasanya sketsa-sketsa tersebut mendapat komentar pedas. "Mulutnya marketing jahat-jahat kan, ini kayak kodok, padahal dia udah desain capek-capek," kata Amelia sembari tertawa.

Bukan hanya menghadapi komentar pedas tim marketing, R&D juga harus dihadapkan dengan perbaikan berkali-kali saat clay model yang telah dipindai menjadi data 3D ternyata sulit diterapkan dalam desain konstruksi.

Terlepas dari proses panjang dan lika-likunya, R&D ADM kini sudah dipercaya pihak prinsipal, yaitu Daihatsu Motor Company (DMC), untuk melakukan minor change secara mandiri.

Astra Daihatsu Motor juga mengirimkan ratusan karyawannya ke Jepang untuk menimba ilmu. Dalam kurun waktu minimal dua tahun, di sana mereka secara khusus mempelajari sasis, transmisi, hingga bodi. "Nanti mereka pulang dan kembali ke tim R&D. Harapannya nanti full model change bisa dilakukan tim R&D ADM," ujarnya.

(mdk/did)

TOPIK TERKAIT