Lima Mobil Toyota Produksi Indonesia Sukses di Pasar Ekspor 2018
OTOMOTIF | 1 Februari 2019 11:35 Reporter : Syakur Usman

Merdeka.com - Catatan manis masih terjadi kinerja ekspor kendaraan utuh otomotif Indonesia pada 2018. Pengiriman kendaraan utuh atau Complete Build Up (CBU) merek Toyota ke pasar global mengukir rekor tertinggi dalam sejarah kegiatan ekspor dalam negeri.

Sepanjang 2018, total pengapalan CBU bermerek Toyota menembus angka 206.600 unit. Ini naik sebesar 4 persen dari tahun sebelumnya yang berjumlah 199.600 unit.

Performa ekspor CBU Toyota tetap positif, di tengah situasi perang dagang dan proteksi di beberapa negara. Ini tidak lepas dari upaya kami untuk selalu kompetitif, serta sinergi dan dukungan kuat dari Pemerintah Indonesia, sehingga kinerja ekspor Toyota dapat terjaga walaupun kondisi makro ekonomi dunia cenderung kurang menguntungkan, ungkap Warih Andang Tjahjono, Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), dalam rilisnya, Jumat (1/2).

Model SUV Fortuner menjadi kontributor terbesar ekspor CBU Toyota dengan volume 52.600 unit atau setara 25 persen. Posisi kedua diisi model Avanza dengan 35.300 unit (17 persen).

Rush menjadi kontributor terbesar ketiga dengan jumlah pengapalan 34.100 unit (17 persen). Keempat diduduki Agya dengan volume ekspor 31.000 unit (15 persen). Vios di tempat kelima dengan 23.100 unit (11 persen).

Selain lima besar itu, model CBU ekspor bermerek Toyota lainnya adalah Kijang Innova, Yaris, Sienta, dan Town Ace/Lite Ace dengan volume 30.500 unit.

Selain bentuk CBU, TMMIN juga berhasil mengekspor kendaraan dalam bentuk terurai atau Completely Knock-Down (CKD) sebanyak 42.700 unit. Lalu mesin tipe TR dan NR sebanyak 146.000 unit serta komponen sebanyak 107,6 juta buah.

Pada 2018, beberapa capaian positif kinerja ekspor juga ditorehkan. Misalnya, destinasi ekspor SUV Toyota Rush bertambah, yang awalnya hanya dikapalkan ke Malaysia, kini ke lebih dari 50 negara di kawasan Asia, Timur Tengah, dan Amerika Latin.

(mdk/sya)

TOPIK TERKAIT