'Masa Bulan Madu' Usai, Pasar Mitsubishi Xpander Turun 20 Persen per September

OTOMOTIF | 25 Oktober 2019 09:09 Reporter : Syakur Usman

Merdeka.com - Penjualan Mitsubishi Xpander di Indonesia periode Januari-September tahun ini merosot dibandingkan periode sama tahun lalu. Pada periode itu, volume Xpander turun sekitar 20 persen menjadi 48.195 unit dari periode sama tahun lalu yang mencapai 60.717 unit.

Imam Choeru Cahya, Executive General Manager Sales & Marketing Division PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), menjelaskan alasan penurunan penjualan mobil penumpang andalannya tersebut.

"Honey moon (bulan madu) period Xpander sudah selesai. Sekarang adalah pasar sebenarnya Xpander. Kalau di awal, konsumen yang tidak butuh Xpander tetap saja membeli Xpander," ujar Imam Choeru usai menghadiri peluncuran Pajero Sport Rockford Fosgate Black Edition edisi kedua di arena GIIAS Medan 2019, kemarin.

Menurutnya, sekarang adalah kondisi pasar sebenarnya bagi Xpander. Konsumen yang membeli Xpoander adalah orang-orang yang memang membutuhkan mobil ini untuk kebutuhan keluarganya. Hal berbeda terjadi saat tahun pertama Xpander dirilis, yang mana konsumen yang sebenarnya tidak butuh mobil Xpoander ikut membeli karena emotional buyers.

Xpander debut global di Indonesia saat pameran GIIAS Agusutus 2017. Diproduksi di pabrik Cikarang, Jawa Barat, Xpander menjadi mobil small MPV Mitsubishi Motors Corp (MMC) pertama yang diproduksi di Indonesia.

Menurut Imam, per September tahun ini Xpander memiliki pangsa pasar sekitar 29 persen di segmen low/small MPV Indonesia. Volume penjualannya rata-rata per bulan sekitar 5 ribu unit.

"Masih on the track dengan volume penjualan rata-rata 5 robu unit per bulan," tegasnya.

Saat ini Mitsubishi Xpander memiliki 7 varian. Yang tertinggi adalah Ultimate AT yang dibanderol Rp 279 juta (on the road Sumatera Utara). Kemudian Sports AT Rp 270 juta, Sports MT Rp 259 juta, Exceed AT Rp 258,5 juta, dan Exceed MT Rp 248,5 juta. Tiga varian terbawah adalah GLS AT Rp 252,5 juta; GLS MT Rp 242,5 juta; dan GLX MT Rp 227 juta.

Pasar ekspor

Selain pasar domestik, Xpander juga diekspor sejak tahun lalu. Ada 12 negara tujuan di periode Januari-Agustus tahun ini dengan volume mencapai 35.956 unit, menurut Gaikindo.

Total ada 24 model Xpander yang diekspor. Negara tujuan ekspor terbesar Xpander adalah Thailand dengan volume mencapai 12.889 unit, berkontribusi 35,8 persen terhadap total ekspor Xpander.

Kedua, Vietnam dengan volume 11.010 unit atau berkontribusi 30,6 persen. Disusul Filipina 10.063 unit, Peru 820 unit, dan Mesir 625 unit. (mdk/sya)

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.