Menembus Seribu Kilometer bersama New Xpander

Menembus Seribu Kilometer bersama New Xpander
jajal new xpander. ©2022 Merdeka.com/randy f firdaus
OTOMOTIF | 3 Februari 2022 09:04 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Siang itu, Alka (9) tampak tak seperti biasanya. Sepulang sekolah, wajahnya senyum semringrah. Setelah mengucap salam, dia mengangkat tangan kanannya sembari menunjukkan jempol.

"Jadi kita ke Yogya naik Xpander ayah? Keren," katanya, Senin (24/1).

Ya, turun dari jemputan sekolahnya, Alka melihat pemandangan tak biasa di samping rumah. Ada mobil berwarna silver merk yang kerap dia perbincangkan di jalan. Mitsubishi New Xpander Ultimate Facelift terparkir di rumahnya.

Sang ayah mendapatkan kesempatan menjajal mobil low MPV tersebut. Alka dijanjikan bakal diajak mengaspal 500 Km dari Jakarta menuju Yogyakarta menunggangi Xpander Facelift tipe tertinggi tersebut.

Pukul 14.00 wib tepat, perjalanan dimulai. Sang ayah sengaja tak mengambil jalur tol Jagorawi. Lewat Cileungsi-Cikarang jadi pilihan. Jalan berliku, naik turun dan sempit jadi tantangan. Lebar jalan hanya muat untuk dua mobil. Belum lagi jalan berlubang. Tapi dapat dilibas dengan mudah oleh Xpander.

Meski badannya bongsor, setir Xpander terbilang cukup ringan. Menggigit aspal jalanan. Tidak melayang. Nyaman dibawa meliuk jalan sempit. Hanya saja, kaca spion yang lebar bikin pengendara perlu lebih waspada. Agar tidak nyenggol.

Peredaman suara di kabin terbilang senyap. Putaran ban di kolong mobil tipis terdengar. Suara mesin pun jadi enak didengar meski sedang meraung melibas tanjakan.

Alka dan adik-adiknya sangat menikmati perjalanan dengan New Xpander Facelift. Bahkan, mereka yang tak biasa tidur siang di rumah, berkendara dengan Xpander membuat mereka tidur nyaman.

Padahal, kontur aspal dan beton jalanan Indonesia tak begitu bagus. Tapi melewati sambungan beton, jalan berlubang dan tak rata di Tol Jakarta-Cikampek, masih membuat anak-anak tertidur pulas. Limbung saat menikung pun tak terlalu terasa.

Fitur mode sport yang dimiliki tak kalah membuat mobil ini tampak garang di jalanan. Menyalip kendaraan di depan tak perlu khawatir ‘mandek’ di tengah. Meskipun, saat memakai mode sport, ruang mesin tak berhenti meraung. Terdengar kurang asik di dalam kabin mobil.

Mobil keluarga Xpander memang dibuat bukan untuk kebut-kebutan di jalan. Tapi soal kenyamanan membelah aspal jalanan. Baik soal mengendarai atau sebagai penumpang di belakang.

"Cruise controlnya bikin kaki enggak capek injak pedal gas terus menyusuri Transjawa," kata Ayah Alka.

2 dari 4 halaman

Saat Hujan Deras

deras rev2

Hujan cukup deras sempat mengiringi perjalanan kami. Dari sisi ini, harus diakui. Xpander tak memiliki peredaman yang baik di atap. Suara berisik sangat terasa. Bahkan, kami perlu mengencangkan volume musik hingga di angka 12 agar tak kalah dengan bising hujan. Andai saja peredaman jadi perhatian lebih. Tentu membuat mobil ini makin sempurna.

Pukul 22.00 WIB kami baru sampai di Kota Semarang. Ya perjalanan cukup panjang. Karena memang banyak berhenti. Untuk salat, makan, atau sekadar beli camilan dan ganti popok si bungsu. Namun, berkendara dengan Xpander tak terasa melelahkan. Meski, menyetir seorang diri. Menempuh ratusan kilometer.

Pagi pun tiba. Setelah sarapan, Alka dan adik-adiknya berenang terlebih dahulu di hotel. Seolah mereka tak merasakan lelah dengan perjalanan panjang hari sebelumnya.

Sekitar Pukul 11.00 WIB, kami kembali melanjutkan perjalanan menuju Yogyakarta. Jalur tol Semarang menuju Boyolali sangat asik. Naik turun dan meliuk kanan kiri.

Sayangnya, jika tak gunakan mode sport, New Xpander harus babak belur di trek ini. CVT di putaran bawah kurang responsif. Sehingga harus legowo disalip berbagai kendaraan. Lain hal jika pakai mode sport. Tapi dengan konsekuensi, konsumsi bahan bakar yang terkuras. Dilematis memang.

Bicara soal bahan bakar, mobil ini cukup bisa diandalkan. Menurut indikator, konsumsi BBM rata-rata yang kami pakai mencapai 17,4 Km/liter. Namun, angka tersebut sangat bergantung dengan gaya berkendara dan kondisi lintasan tentu saja. Tapi yang jelas, di KM 54 kami mengisi full tank, baru habis setengah setelah sampai di Yogyakarta.

Selama tiga hari dua malam kami di Yogyakarta. Keliling-keliling kota. Lagi-lagi perlu diakui, berkendara dengan New Xpander amat nyaman.

Terlebih ada teknologi auto hold. Jika macet, lampu merah, kondisi jalan menanjak atau turun, tombol ini bikin kita tak lelah injak rem. Cukup injak gas agak dalam, maka auto hold aktif.

Setelah lalu lintas jalan, secara otomatis auto hold akan rilis setelah kita menginjak pedal gas. Prosesnya pun halus. Tidak terasa menghentak.

Namun ada beberapa catatan. Saat auto hold beroperasi, indikator RPM tidak stabil. Terkadang mobil agak menyundul sendiri. Jika tak terbiasa, pasti bakal kaget. Tapi selama kami gunakan, auto hold berfungsi sangat baik.

3 dari 4 halaman

Fitur Stop and Go

and go rev2

Sementara fitur stop and go, kami lebih memilih untuk menonaktifkannya. Sebab, mati dan nyala mesin mobil kerap membuat kurang nyaman. Selain sedikit menghentak dan mengagetkan saat menyala (mungkin karena belum terbiasa), AC dalam mobil juga mati. Hanya tinggal hembusan angin saja. Sehingga, jika berkendara di tengah terik, dan durasi berhenti yang lama akibat macet atau lampu merah, maka akan buat udara di kabin mobil menjadi panas.

Khususnya bagi anak-anak yang mudah berkeringat. Sehingga membuat anak rewel. Sehingga, fitur ini selalu kami matikan selama perjalanan. Cara nonaktifkan pun mudah. Tinggal tekan tombol di sisi kanan bawah sopir. Dekat engine Start/Stop.

Kamis (27/1) pagi, sekitar Pukul 07.30 WIB, kami memutuskan untuk meninggalkan Yogyakarta. Rencana awal, hari ini akan pulang ke Jakarta. Namun, mendadak batal. Ayah Alka yang menyetir berjam-jam ratusan kilometer sendiri merasa tidak kelelahan. Kami memutuskan untuk mampir ke Kota Bandung, sebelum pulang ke Jakarta.

New Xpander memang pilihan tepat untuk keluarga. Karena ruang kabin yang luas, bahkan anak-anak bisa belajar online dari dalam mobil. Ditambah lagi, di baris tengah ada USB port type C. Amat menunjang Alka belajar online ketika iPadnya kehabisan baterai.

Keluar Cipali, sebelum masuk Cipularang, indikator bahan bakar menunjukkan tinggal setengah. Kami memutuskan untuk kembali mengisi full tank bensin jenis pertamax. Bicara soal konsumsi BBM, ini yang ketiga kalinya kami mengisi BBM selama perjalanan Jakarta-Semarang-Yogya-Bandung.

Pertama isi bahan bakar saat masuk Tol Cikampek pada Senin (24/1). Lalu mengisi kembali di hari Rabu (26/1). Terakhir, hingga sampai Jakarta, kami mengisi lagi sebelum masuk Cipularang. Total sekitar 1000 Km lebih perjalanan.

Setiap ke SPBU kami selalu mengisinya full tank jenis pertamax. Tapi, indikator bensin tak sampai habis. Minimal setengah, langsung kami isi full. Per transaksi sekitar Rp250 ribu sampai Rp280 ribu. Menurut kami, mobil ini cukup irit.

Pukul 16.00 WIB akhirnya kami tiba di Kota Kembang. Setelah sampai, kami memutuskan untuk istirahat. Sebelum besok menjajal trek yang cukup ekstrem menuju Lembang.

4 dari 4 halaman

Di Jalanan Ekstrem

New Xpander Facelift ini kami jajal ke trek tanjakan dan turunan yang curam di Punclut Bandung. Istri dan anak-anak sempat tegang melihat trek yang menanjak, sempit dan ramai pengguna jalan. Ditambah lagi, saat itu cuaca hujan gerimis.

Bahkan, sempat ada satu mobil yang mandek si tengah tanjakan curam. Mobil tersebut telah menghidupkan lampu hazard, tanda darurat. Kami sempat khawatir. Sebab kendaraan dari arah berlawanan tak terlihat. Karena kondisi menanjak dan menikung.

Tapi jalan seekstrem tersebut dapat dilibas dengan mudah oleh Xpander. Mobil memang sempat seperti hendak berhenti tak kuat, tapi kemudian perlahan bergerak menanjak dengan mulus. Posisi transmisi berada di angka L. Istri dan anak-anak yang sempat tegang, kembali tersenyum.

“Untung naik Xpander,” celetuk bunda Alka.

Kami sekeluarga sangat menikmati liburan road trip bersama Nex Xpander Facelift. Satu catatan yang disayangkan bagi mobil keluarga ini yakni pemilihan bahan dan warna untuk kursi. Sangat sulit menjaga kebersihannya. Apalagi jika memiliki bayi, maka akan mudah sekali kotor.

Selain itu, warna krem di dashboard juga memantul di kaca spion. Bagi pengendara yang memiliki mata kurang baik, cukup mengganggu.

Selebihnya, mobil New Xpander memang pilihan tepat untuk keluarga dengan tiga anak. Apalagi jika anda memiliki jiwa petualang yang tinggi bersama keluarga. Jangankan Yogyakarta, menuju Bali atau Sabang, pasti terasa nyaman menunggangi New Xpander.

Don’t stop expand your family adventure with xpander filosofi yang amat tepat untuk mencerminkan mobil ini.

(mdk/rnd)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami