Mirip Alphard Mini, Daihatsu 'Takut' Jual Tanto di Indonesia

OTOMOTIF | 29 Juli 2019 12:35 Reporter : Syakur Usman

Merdeka.com - Astra Daihatsu Motor memajang mobil Tanto Custom di ajang GIIAS tahun ini yang berakhir kemarin (29/7). Ini kali kesekain Tanto dipajang di pameran GIIAS, bahkan tahun ini ada kesempatan test drive-nya.

Di negeri asalnya, Jepang, Daihastu Tanto Custom masuk kategori mobil mini, yang menyasar keluarga yang memiliki anak kecil. Maka itu, salah satu kelebihan Tanto Custom, akses masuk ke kabin yang lebar dan mudah. Ini berkat sistem pintu gesernya, tanpa pilar B, sehingga memudahkan orang untuk masuk dan keluar. Lebarnya mencapai 148 centimeter, sehingga orang tua yang menggendong anak kecil yang tertidur pun bisa masuk/keluar dengan mudah. Sepintas mirip Alphard mini modelnya.

Tanto Custom memiliki fitur menarik di Jepang, antara lain smart assist generasi III. Teknologi Smart Assist III ala Tanto mengedepankan beberapa fitur keamanan terkini, seperti pengereman otomatis ketika pengemudi akan menabrak obyek di depannya. Selain itu, mobil juga dapat mengatur cahaya lampu sorot secara otomatis sehingga tidak menyilaukan bagi mobil yang mengemudi berlawanan arah. Fitur canggih lainnya, sensor yang berbunyi ketika pengemudi pindah jalur secara tidak sengaja karena mengantuk (dideteksi dengan tidak menyalanya lampu sein untuk pindah jalur), atau ketika mobil akan menabrak obyek di sekitarnya.

Tanto Custom yang dipajang di GIIAS 2019 menggunakan mesin 1.000 cc turbo, sehingga lebih bertenaga jika mengangkut kapasitas penuh 4 orang. Di Jepang sendiri dengan spek mesin 660 cc, transmisi otomatis, dan penggerak 2 roda (2WD), Tanto Custom dibanderol US$ 19.600 atau setara Rp 280 juta (belum pajak dan beamasuk).

©2019 Merdeka.com

Ini kali kesekian Tanto dipajang di pameran GIIAS oleh Daihatsu Indonesia. Apakah ini tanda-tanda Tanto akan dijual di Indonesia?

Amelia Tjandra, Direktur Pemasaran PT Astra Daihatsu Motor, menegaskan tidak akan menjual Tanto di Indonersia. Sebab mobil mini ini bodinya cenderung kotak alias boxy. Berdasarkan pengalaman dan sudah terbukti, mobil keluarga kotak tidak disukai oleh konsumen Indonesia.

Ada kesan Daihatsu 'takut' menjual Tanto dan meremehkan dinamika selera konsumen otomotif Indonesia.

"Sudah dibuktikan oleh merek-merek lain yang menjual mobil keluarga kotak di Indonesia dan tidak laku. Jadi kami juga tidak akan memasukkan dan menjualnya di Indonesia," ujar Amelia saat dijumpai di sela GIIAS kemarin.

Merek lain yang dimaksud Amelia, menurut Merdeka.com, adalah Honda Indonesia dan Nissan. Seperti diketahui, Honda Indonesia pernah memasarkan Freed, sedangkan Nissan Indonesia pernah memasarkan Evalia. Kedua mobil tersebut mobil keluarga bodi kotak. Namun sejak dua tahun lalu, kedua merek otomotif Jepang ini memutuskan menghentikan penjualan Honda Freed dan Nissan Evalia di Indonesia, karena volume penjualannya terus merosot alias tidak laku.

Namun, Daihatsu Indonesia sebenarnya juga memiliki model mobil keluarga kotak; Luxio. Memang penjualannya sangat sedikit sekali. Kini penjualan Luxio selalu di luar kelompok lima besar model daihatsu, yang terdiri dari Sigra, Gran Max Pick Up, Ayla, Xenia, dan Terios.

(mdk/sya)