Mitsubishi: mesin Xpander diproduksi oleh Nissan Indonesia!

Mitsubishi: mesin Xpander diproduksi oleh Nissan Indonesia!
OTOMOTIF | 3 Oktober 2018 18:04 Reporter : Syakur Usman

Merdeka.com - Selain mengumumkan rencana kenaikan produksi pabrik Indonesia, Mitsubishi Motors Corporation (MMC) juga mengumumkan bahwa mesin Xpander akan diproduksi di PT Nissan Motor Indonesia (NMI), anak perusahaan Nissan Motor Co Ltd di Indonesia. Demikian keterangan resmi yang diterima Merdeka.com, Rabu (3/10).

Menurut MMC, hal ini akan meningkatkan rasio penggunaan suku cadang lokal pada Xpander dari 70 persen menjadi sekitar 80 persen. Tentunya ini akan membawa manfaat ekonomi bagi rantai pasokan lokal. Pengembangan di fasilitas NMI akan mampu memproduksi 160.000 unit mesin per tahun.

Hal tersebut memungkinkan, karena MMC telah menjadi anggota aliansi global Renault-Nissan pada akhir 2016, setelah Nissan memiliki saham sekeitar 35 persen di MMC. Jadi kolaborasi antara Mitsubishi dan Nissan sangat mungkin dilakukan dalam segala aspek baik produk maupun produksi.

Sementara rencana peningkatan kapasitas produksi tahunan fasilitas produksinya di Bekasi, Indonesia, untuk merespon permintaan besar terhadap small MPV Xpander di pasar Indonesia dan ekspor. Kapasitas produksi tahunan saat ini yang 160.000 unit akan ditingkatkan menjadi 220.000 unit pada tahun fiskal 2020. Ini maksudnya kapasitas produksi maksimum.

Xpander membukukan 100.000 angka pemesanan di Indonesia sejak diperkenalkan Agustus 2017 hingga akhir September tahun ini. Dengan mengembangkan bisnis di Indonesia, MMC berkomitmen untuk memberikan kontribusi secara berkelanjutan terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

MMC mempekerjakan 30.000 karyawan dan memiliki jejak global dengan fasilitas produksi yang berada di Jepang, Thailand, Tiongkok, Indonesia, Filipina, dan Rusia. Model Pajero Sport/Montero Sport, Triton/L200, dan Outlander berperan penting dalam pertumbuhan perusahaan. Volume penjualan global pada tahun fiskal 2017 adalah 1,1 juta unit, dengan penjualan bersih mencapai 2,19 triliun Yen. (mdk/sya)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami