Modif Satria FU, Si Kuning yang bukan lagi 'pemula'

OTOMOTIF | 30 September 2015 09:36 Reporter : Otosia.com Sumber:

Merdeka.com - Tujuh kali menyabet gelar juara kontes modifikasi kelas pemula makin memantapkan langkah Alfin untuk terus berkreasi dengan wadah Suzuki Satria FU150 lansiran 2010 miliknya. Berbagai tema modifikasi pernah diterapkan pada besutannya. Tak tangung-tanggung, sudah tujuh kali Alfin melakukan perubahan pada motornya.

"Setiap menang kontes, motif dan kontes modifkasi selalu saya rubah. Habis juara, terus mau ikut kontes lagi, maka temanya berganti biar tidak sama dengan modifikasi sebelumnya. Alhamdulillah saya menang 7 kali di berbagai kontes untuk kelas modifikasi pemula," terang mahasiswa jurusan Teknik Industri Universitas Muhamadiyah Jakarta ini.

Kali ini, Alfin mengambil konsep Fashion Daily. Artinya, selain motor terlihat eye catching, juga tidak merubah fungsinya sebagai kendaraan harian yang mengantarnya kemana pun ia pergi. Tak heran, sesuai konsep yang dipilih, motor lebih dominan pada permainan warna cat dan airbrush, ditambah beberapa lapisan krom pada sejumlah komponen.

Alfin memilih cat kuning terang yang melumuri seluruh bagian bodi motor, yang dipermanis dengan sapuan grafis tajam airbrush berwarna hijau, biru, dan hitam. Untuk pengecatan, ia lakukan sendiri bersama teman-temannya di bengkel 'kecil-kecilan' miliknya.

"Kebetulan saya punya bengkel pengecatan sendiri, namanya Motiv Style, ya kecil-kecilan mas. Tapi untuk airbrushnya teman yang ngerjain karena dia ahli di situ. Dan kalau agak temaram, warna kuningnya seperti terlihat kehijauan gelap," bebernya.

Menyempurnakan dominasi warna kuning, dipilih windshield warna serupa, batok lampu oranye, setang krom, yang berlanjut pada pro guard Orbis pada kedua setangnya serta handle rem dan kopling merek NUI. Lagi-lagi aksesori tersebut berwarna kuning keemasan. Begitu juga dudukan plat nomor polisi depan-belakang, memakai variasi 'cengkraman' merek J-Speed.

Berlanjut ke kaki-kaki, juga dengan pilihan aksesori berwarna kuning. Pelek racing standar digusur dengan pelek jari-jari V-Rossi berukuran 215/17 belakang dan depan 185/17, yang dibalut ban Mizzle Power VTX berdimensi 70/80-17 di belakang dan depan 60/80-17. Alhasil tarikan motor berasa lebih enteng. Sebagai pemanis, jalu paddock depan-belakang dicomot merek KTC.

Untuk mendapatkan reborn lebih enak, Alfin mempensiunkan peredam kejut depan standar parbrikan, lalu diganti merek Trusty berwarna kuning. Standar tengah yang dikrom, dipercantik dengan standar samping milik Racing Boy. Perubahan kaki-kaki lantas disinkronkan dengan laburan krom pada swing arm, footstep, kaliper rem hingga cover mesin.

"Mesin tetap standar, tidak main racing, kalau knalpot ganti pakai Jonea. Selain itu mata gir dikecilkan dari standarnya. Gir set pakai SSS, mata depan 24 dan belakang 39. Kalau standarnya kan mata gir belakang 43. Saat perpindahan gigi nafasnya jadi lebih panjang. Rantainya pakai triple S juga, tapi ukurannya 428, warna gold. ," papar Alfin.

Di bagian akhir, baut-baut standar motor dicopot, digantikan baut modis merek 7-Speed kuning yang menjejali seluruh bagian motor, hingga ke sektor penutup mesin. Total biaya yang dihabiskan Alfin untuk merestorasi motornya mencapai Rp 7 jutaan.

"Penginnya lebih lagi (modifikasinya), tapi yang tetap nyaman dan aman dibawa harian. Ya bangga aja sih mas kalau modifnya bagus, suka banyak orang yang melirik, terutama kalau berhenti di lampu merah," tutupnya, bangga.(nz)

Spesifikasi:

  1. Motor: Satria FU150 tahun 2010
  2. Bengkel: Motiv Style
  3. Pro guard: Orbis
  4. Handle rem/kopling: KTC
  5. Pelek depan-belakang: V-Rossi
  6. Ban depan-belakang: Mizzle Power VTX 60/80-17 & 70/80-17
  7. Shockbreaker depan: Trusty
  8. Jalu paddock depan-belakang: NUI
  9. Standar samping: Racing Boy
  10. Gir set: SSS
  11. Knalpot: Jonea
(kpl/nzr/lrs)


Sumber: Otosia.com

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.