New Suzuki XL7 dan 'Kue Manis' SUV di Indonesia

New Suzuki XL7 dan 'Kue Manis' SUV di Indonesia
OTOMOTIF | 31 Maret 2020 21:54 Reporter : Syakur Usman

Merdeka.com - Sebelum pandemik virus corona atau Covid-19, Suzuki Indonesia membuat gebrakan di awal tahun ini. Pabrikan asal Jepang ini meluncurkan secara global medium sport utility vehicle (SUV) bernama New Suzuki XL7 di Jakarta, medio Februari lalu.

Medium SUV ini menggunakan platform Suzuki Ertiga XL6 yang dipasarkan di India. Di Negeri Bollywood ini, Ertiga XL6 disebut sebagai premium MPV Ertiga, karena menggunakan model captain seat dan hanya berkapasitas 6 penumpang.

Namun, konsep India itu tidak dipakai di Indonesia. Di sini, New Suzuki XL7 diubah segmentasinya menjadi medium SUV dengan konfigurasi 7 penumpang, fitur yang sangat disukai oleh konsumen otomotif Indonesia.

New Suzuki XL7 pun menjadi andalan PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) di segmen medium SUV. Di segmen ini, New XL7 bersaing dengan model lawas macam Toyota Rush, Daihatsu Terios, dan Honda BR-V.

Dony Saputra, 4W Marketing Director SIS, menjelaskan Suzuki XL7 punya label "The New Extraordinary SUV" dengan status produk global. Artinya mobil SUV ini digadangkan untuk pasar ekspor pula.

Dengan label tersebut, Suzuki XL7 memiliki tiga keunggulan utama. Pertama, eksterior tangguh; kedua, interior yang nyaman; dan ketiga berbagai fitur canggih. Seluruh kelebihan itu membuat XL7 menjelma menjadi SUV 7-seater yang tangguh plus tampilan lebih modern dan berkarakter.

“Kami harap mobil Suzuki ini mampu mendukung aktivitas keluarga Indonesia yang menyukai petualangan menyenangkan bersama orang-orang tercinta,” ucap Dony sambil menargetkan target penjualannya 2.000 unit per bulan.

1 dari 3 halaman

Strategi Harga Kompetitif

new suzuki xl7

2020 Merdeka.com

New Suzuki XL7 memiliki enam varian di Indonesia. Varian termurah adalah XL7 Zeta transmisi manual seharga Rp 230 juta (on the road Jakarta). Varian menengah, XL7 Beta, Rp 246,5 juta-Rp 257 juta dan varian tertinggi, XL7 Alpha, Rp 256,5 juta-Rp 267 juta.

Menilik strategi harga jual XL7 yang bermain di rentang Rp 230-267 juta itu terbilang tepat. Pasalnya, penjualan mobil di Indonesia terbesar memang berada di rentang harga Rp 250 jutaan.

Petrus Karim, Direktur BCA Finance, perusahaan pembiayaan besar di Indonesia pada Merdeka.com, mengatakan pada 2019 sudah menyalurkan pembiayaan kredit kendaraan bermotor (KKB) Rp 33 trilliun. Dengan nilai tersebut, BCA Finance mempunyai pangsa pasar sekitar 15 persen di industri pembiayaan kendaraan bermotor nasional.

"Berdasarkan data BCA Finance, model mobil yang paling banyak dibiayai adalah mobil keluarga (MPV), SUV, dan LCGC. Secara rata-rata, harga jual kendaraan yang kami dibiayai Rp 250 jutaan, ujar Petrus saat dijumpai di BCA Expoversary 2020, baru-baru ini.

2 dari 3 halaman

Terinspirasi Model Lawas

Salah satu pertimbangan Suzuki Indonesia meluncurkan New Suzuki XL7 adalah mengulang cerita sukses model Grand Escudo XL7 yang dirilis pada 2003 silam.

Menurut Dony, nama XL7 diwariskan dari model lawas Grand Escudo XL7. Di Grand Escudo, embel-embel XL bermakna extra long. Dan ternyata model ini masih banyak dicari orang, meski kini tidak lagi dipasarkan.

Grand Escudo XL7 merupakan pionir SUV tujuh penumpang di Indonesia di masanya. Kami pernah meluncurkan dan sempat terjual 3.000 unit saat itu, ungkap Donny saat membuka tabir penamaan Suzuki XL7, beberapa waktu lalu.

3 dari 3 halaman

Kue Manis Mobil SUV

peluncuran global suzuki xl7 di jakarta

2020 Merdeka.com

Sejatinya New Suzuki XL7 dikembangkan di Indonesia tak sekadar nostalgia terhadap Grand Escudo XL7. Ada tren menarik yang tak mungkin dihindari oleh merek yang berpusat di Hamamatsu, Prefektur Shizuoka, Jepang. Yakni mobil SUV menjadi tren pasar otomotif global.

Kukuh Kumara, Sekretaris Jenderal Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), pernah mengatakan model SUV berkontribusi terbesar dalam penjualan mobil di seluruh dunia yang mencapai 86 juta unit pada 2018. Pangsa pasar model SUV mencapai 36,4 persen. Kontribusinya masih yang tertinggi, diperkirakan mencapai 40 persen saat kini.

Model MPV yang sangat populer di Indonesia, kontrubusinya hanya 7 persen secara global, ujar Kukuh.

Mengutip data JATO, dari 5 besar mobil terlaris di dunia, tiga model adalah SUV, yakni Toyota RAV4, Nissan X-Trail/Rogue, dan Ford F-Series (pickup). Sisanya model sedan, yang diwakili Toyota Corolla dan Honda Civic.

Di Indonesia juga demikian. Gaikindo mencatat model SUV (4x2) dan low cost green car (LCGC) yang dirilis perdana di 2013, mencatat pertumbuhan terbesar dibandingkan model lain.

Dengan pendapatan per kapita saat ini di level US$ 3.600-3.800, penjualan mobil SUV di Indonesia kini nomor dua terbesar, yakni 16 persen, setelah MPV yang 34 persen dengan total pasar 1,15 juta unit pada 2018, kata Kukuh.

Bahkan dari sisi produksi, lanjut dia, SUV berkontribusi lebih banyak, yakni 19 persen terhadap total produksi mobil nasional yang tercatat 1,34 juta unit pada 2018. 'Kue' SUV di Indonesia terlalu manis untuk dilewatkan termasuk pabrikan Suzuki.

Masayuki Ishiwata, Chief Engineer XL7, mengakui medium SUV ini merupakan hasil studi Suzuki Motor Corporation selama empat tahun terakhir. Termasuk uji jalan selama 6-12 bulan, terutama menjajal seluruh medan jalan di Indonesia seperti pegunungan, aspal perkotaan, dan sebagainya.

Menurut Ishiwata-san, pekerjaan yang paling sulit saat pengembangan XL7 adalah melakukan tuning sistem suspensinya supaya mobil bisa cocok dengan seluruh kondisi jalan di Indonesia yang sangat beragam.

"Studi awalnya memang di Jepang. Tapi setelah produk akhirnya jadi, pengembangannya dilakukan di Indonesia," ujar Ishiwata saat menghadiri peluncuran global Suzuki XL7 di Jakarta Timur, medio Februari lalu.

(mdk/sya)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami