New Toyota Avanza-Veloz Dipesan Lebih 16 Ribu Unit, Indennya 1,5 Bulan

OTOMOTIF | 4 Maret 2019 17:49 Reporter : Syakur Usman

Merdeka.com - Sejak diluncurkan 15 Januari lalu hingga pagi tadi (4/3), surat pemesanan kendaraan (SPK) New Toyota Avanza dan New Toyota Veloz, menembus angka 16.000 unit. Angka ini di atas rata-rata penjualan bulanan pada 2018 yang sekitar 7.000 unit.

Hal tersebut disampaikan Andri Widiyanto, Deputy Division Head Marketing Planning Division PT Toyota-Astra Motor, di sela meda test drive New Avanza-Veloz di Magelang. Jawa Tengah, Senin (4/3).

Menurutnya, New Avanza varian mesin 1.3L masih berkontribusi terbesar terhadap SPK tersebut, yakni 73 persen. Dari sisi transmisi, penjualan transmisi manual lebih besar dibanidngkan transmisi otomatis dengan 77 persen. Dari sisi wilayah, kawasan Jabodetabek masih yang terbesar kontribusinya dengan 37 persen. Sumatera Utara 12 persen dan Jawa Tengah 10 persen.

"Hasil tersebut menggambarkan, pasar low MPV di Indonesia sesuai dengan kebtuhan riil konsumennya adalah varian mesin 1.300 cc, bukan 1.500 cc. Kemudian penggunanya banyak di daerah-daerah," ujarnya.

SPK lebih dari 16 ribu uit itu terbilang tinggi. Sehingga waktu penyerahan unit kendaraan (delivery time) mengalami inden rata-rata selama 1-1,5 bulan. Jangka waktu inden ini tidak sama di setiap daerah, karena tergantung stok. Untuk wilayah DKI dan Jawa Timur, misalnya, inden sekitar 1 bulan. Kemudian Jawa Tengah rata-rata 2,3 bulan.

Sejak dipasarkan pada awal 2004, Avanza berhasil tercatat menjadi mobil terlaris di Indonesia dan terus bertahan sampai saat ini. Total penjualan mobil ini sudah mencapai lebih dari 1,7 juta unit. Avanza juga tercatat memegang rekor sebagai kendaraan yang tercepat mencapai angka penjualan di atas 1 juta unit.

test drive new toyota avanza-veloz 2019 2019 Merdeka.com

Keandalan daya tahan (durability) yang teruji selama ini menjadi salah satu selling point yang kuat pada Avanza-Veloz. Ini tentunya tidak terlepas dari desain kendaraan yang memang sejak awal disiapkan sebagai sebagai real MPV bagi keluarga Indonesia. Seperti lewat sistem penggerak roda belakang atau rear wheel drive (RWD) dan rangka semimonokok yang terus dipertahankan sampai saat ini, di tengah produk-produk pesaing dengan sistem penggerak roda depan (FWD).

Sistem RWD memberikan keuntungan bagi Avanza, selain mempunyai daya dorong yang kuat saat melalui tanjakan, juga membuat mobil ini lebih lincah karena radius putarnya lebih pendek, karena tidak dibatasi oleh drive shaft seperti mobil dengan sistem penggerak roda depan atau front whell drive (FWD).

Dengan sistem RWD, memungkin Avanza mempunyai akses yang lebih mudah untuk memasuki jalan-jalan sempit. Desain Avanza ini ditunjang dari hasil survei kondisi masyarakat Indonesia yang sebagian tinggal di kawasan dengan infrastruktur jalan yang relatif kecil. Pengunaan sistem roda belakang juga membuat risiko terjadinya understeer saat mengendarai Avanza menjadi relatif kecil. Ini memungkinkan Avanza tetap lebih aman dipacu di jalan yang penuh belokan.

Menariknya, karena beban bobot mobil RWD terdistribusi lebih merata, kaki-kakinya juga tahan lebih lama dan ini membuat biaya perawatannya lebih murah. Improvement pada bagian rangka dan kaki-kaki dengan lebih menyempurnakan coil spring dan shock absorber, juga membuat bantingan New Avanza-Veloz terasa lebih nyaman atau lebih empuk dibandingkan pendahulunya.

Coil spring dan shock absorber juga menggunakan Electric Power Spring, sehingga lebih nyaman dikendarai baik dalam kecepatan rendah maupun kecepatan tinggi. New Avanza dan New Veloz lebih senyap dibandingkan pendahulunya karena menggunakan bahan floor silencer yang lebih berkualitas baik pada bagian depan maupun belakang.

(mdk/sya)