Pabrik Kendaraan Niaga Mercedes-Benz di Bogor Beroperasi Lagi

Pabrik Kendaraan Niaga Mercedes-Benz di Bogor Beroperasi Lagi
OTOMOTIF | 13 Juli 2020 18:00 Reporter : Syakur Usman

Merdeka.com - PT Daimler Commercial Vehicles Manufacturing Indonesia (DCVMI) kembali memulai kegiatan produksi kendaraan niaga Mercedes-Benz di pabrik Wanaherang, Bogor, dengan mengikuti ketentuan kantor pusat Daimler AG. Kegiatan produksi kembali berjalan efektif mulai awal Juni lalu, selepas Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Kami senang dapat memulai kembali aktivitas produksi kendaraan niaga Mercedes-Benz, setelah cukup lama terhenti. Ini komitmen kami untuk terus berkontribusi menjaga Indonesia tetap bergerak dalam memenuhi kebutuhan perokonomian pelanggan di masa transisi ini dengan memastikan pasokan produk kendaraan niaga Mercedes-Benz. Kegiatan operasional kami akan dilakukan secara terkoordinasi dan terjadwal menyesuaikan kebijakan dan arahan pemerintah setempat,” ujar Tim Grieger, Presiden Direktur PT Daimler Commercial Vehicles Manufacturing Indonesia, dalam rilisnya, Senin (13/7).

Untuk menciptakan rasa aman dan nyaman bagi karyawan, DCVMI menerapkan protokol kesehatan di lingkungan kerja. Seluruh kegiatan produksi di pabrik Wanaherang diterapkan secara bertahap dan bersifat fleksibel, mengikuti arahan dan langkah yang diterapkan oleh pemerintah setempat dalam menangani dan mencegah penyebaran virus corona.

1 dari 1 halaman

Bentuk Tim Mitigasi Covid-19

DCVMI juga menerapkan langkah-langkah pencegahan di area pabrik dengan menyediakan area mencuci tangan dan hand sanitizer. Serta menyediakan stok masker dan sarung tangan, melakukan pemeriksaan suhu tubuh, menerapkan jarak fisik di berbagai area, dan menyemprotkan desinfektan secara berkala di area pabrik. DCVMI juga memberikan tanda di beberapa lokasi di area pabrik untuk memastikan physical distancing tetap terjadi.

Pada level manajemen, DCVMI juga membentuk tim mitigasi Covid-19 yang bertugas melakukan rapat dan evaluasi secara berkala terkait situasi pandemi. DCVMI juga membatasi jumlah karyawan yang bekerja di kantor dan pabrik dengan menerapkan sistem penjadwalan kerja mingguan guna tetap menjaga jarak fisik di area kerja.

“Tentu kesehatan dan keselamatan para karyawan, pemasok, dan penyedia layanan menjadi prioritas. Kami menerapkan serangkaian langkah pencegahan dan protokol kesehatan di seluruh area fasilitas pabrik untuk memastikan hal tersebut,” pungkas Tim.

(mdk/sya)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami