Pabrik Mobil Indonesia Stop Produksi 2 Minggu hingga Kurangi Volume akibat Covid-19

Pabrik Mobil Indonesia Stop Produksi 2 Minggu hingga Kurangi Volume akibat Covid-19
OTOMOTIF | 6 April 2020 10:47 Reporter : Syakur Usman

Merdeka.com - Gara-gara pandemik Covid-19 di dunia termasuk Indonesia, kondisi pasar sektor otomotif di Tanah Air bagai mendapat pukulan bertubi-tubi. Setelah musibah banjir besar di awal tahun dan tren penurunan permintaan produk otomotif sejak tahun lalu.

Per Maret, pasar mobil seperti diprediksi mengalami penurunan. PT Honda Prospect Motor melaporkan penjualannya turun 11 persen menjadi 10.657 unit dibandingkan bulan sebelumnya.

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) belum merilis data wholesales (penjualan mobil ke diler) per Maret.

Pasar yang cenderung lesu dan berbagai kebijakan pembatasan sosial skala besar mendorong pabrikan otomotif di Tanah Air membuat berbagai kebijakan dan menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19 di lingkungan pabriknya.

Gaikindo menyebutkan, per 2018, ada lima besar pabrikan otomotif di Indoensia, yakni Toyota dengan volume produksi 531.573 unit, Dauhatsu (201.387 unit), Mitsubishi Motors (164.107), Honda (156.529), dan Suzuki (124.194).

Saat ini beberapa pabrik otomotif besar sudah memilih kebijakan stop produksi selama dua pekan, sesuai masa inkubasi Covid-19, di fasilitas produksinya:

1 dari 4 halaman

Suzuki Stop Produksi 13-24 April

carry pick up

2017 Merdeka.com

Seiji Itayama, Presiden Direktur PT Suzuki Indomobil Motor dan PT Suzuki Indomobil Sales, kemarin, mengatakan saat ini menjadi prioritas utama Suzuki Indonesia adalah kesehatan seluruh elemen perusahaan. Untuk alasan tersebut, Suzuki menghentikan sementara kegiatan produksi di pabriknya sebagai salah satu upaya melindungi karyawan.

Penghentian sementara pabrik Suzuki di Cakung, Tambun, dan Cikarang ini berlangsung selama 2 minggu, mulai dari 13 April 2020 sampai 24 April.

Meski begitu, Suzuki tetap memberikan upah secara penuh kepada karyawan yang sementara tidak bekerja sesuai ketentuan berlaku. Selain memprioritaskan kesehatan karyawan, di sisi lain Suzuki juga tetap fokus pada kualitas layanan pelanggan. Layanan purnajual kepada para pelanggan tetap dioptimalkan seperti kegiatan servis.

2 dari 4 halaman

Honda Hentikan Produksi Sementara Mulai 13 April

all new honda brio

2019 Merdeka.com

Yusak Billy, Business Innovation and Marketing & Sales Director PT Honda Prospect Motor (HPM), menjelaskan agar level stok dan pasokan untuk konsumen seimbang dengan permintaan pasar, HPM menghentikan sementara aktivitas produksi di pabrik selama 14 hari, mulai 13 April.

"Selama masa itu, hanya lini produksi yang berhenti beroperasi, sedangkan operasional lain di pabrik dan kantor pusat tetap berjalan sesuai dengan aturan pemerintah saat ini. Kami juga terus memonitor permintaan di pasar untuk mempersiapkan strategi tepat dalam menjalankan aktivitas produksi di bulan-bulan mendatang, kata Billy dalam rilisnya, kemarin.

Pabrik HPM berada di Karawang, Jawa Barat, dengan kapasitas produksi mencapai 200.000 unit per tahun. Model yang diproduksi di pabrik ini meliputi Honda Brio, Honda Mobilio, Honda BR-V, Honda HR-V, Honda CR-V, dan Honda Jazz.

3 dari 4 halaman

Toyota Pilih Kurangi Volume Produksi

Dihimpun dari berbagai sumber, PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) memilih mengurangi volume produksi ketimbang menghentikan produksi sementara. TMMIN mengurangi volume produksi hingga 50 persen dari waktu normal. Pabrik TMMIN berada di Karawang Timur, Jawa Barat, selain untuk pasar domestik juga menyasar pasar ekspor.

Pada tahun lalu, volume mobil yang dieksporTMMIN mencapai 208.500 unit dengan tujuan lebih dari 80 negara. Model sport utility vehicle (SUV) Fortuner dan Rush menjadi penyumbang eskpor terbesar, masing-masing 45.300 unit dan 50.30. Model sedan Vios mencatat volume 31.000 unit.

Model lain yang diekspor adalah Kijang Innova dan Avanza; Agya; Yaris; Sienta; dan Town Ace/Lite Ace.

4 dari 4 halaman

Daihatsu Putuskan Kebijakan Produksi Siang Ini

Pabrikan otomotif kedua terbesar di Indonesia dengan kapasitas produksi lebih dari 200 ribu unit ini belum memberikan penjelasan soal ini. Namun, pada siang ini, PT Astra Daihatsu Motor menjanjikan akan memberikan keterangan pers lewat aplikasi video conference.

(mdk/sya)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami