Pasar Cenderung Lesu, Honda Hentikan Produksi Mobil Mulai Pekan Depan selama 14 Hari

Pasar Cenderung Lesu, Honda Hentikan Produksi Mobil Mulai Pekan Depan selama 14 Hari
OTOMOTIF | 3 April 2020 19:12 Reporter : Syakur Usman

Merdeka.com - Pasar otomotif nasional pada Maret tahun ini mulai terdampak kegiatan pembatasan aktivitas akibat pandemik Covid-19 di Indonesia.

Untuk antisipasi penurunan pasar tersebut, PT Honda Prospect Motor (HPM) fokus untuk menjaga tingkat pasokan yang sehat sekaligus membawa berbagai layanannya kepada pelanggan.

Pada Maret, tercatat 10.657 unit mobil Honda terjual di Indonesia, turun 11 persen dari bulan sebelumnya. Kontribusi terbesar penjualan pada
bulan lalu datang dari Honda Brio sebanyak 5.444 unit. Diikuti Honda HR-V sebanyak 1.880 unit, Honda CR-V 1.151 unit, dan Honda Jazz 820
unit. Sementara Honda Mobilio terjual 745 unit, Honda BR-V 390 unit, dan Honda Civic Hatchback RS 103 unit.

Yusak Billy, Business Innovation and Marketing & Sales Director HPM, menjelaskan dalam kondisi pasar lesu saat ini, sangat penting untuk
tetap menjaga level stok dan pasokan untuk konsumen agar tetap seimbang dengan permintaan pasar. Karena itu, kami akan melakukan penyesuaian dengan menghentikan sementara aktivitas produksi di pabrik selama 14 hari, mulai 13 April tahun ini.

"Selama masa itu hanya lini produksi yang berhenti beroperasi, sedangkan operasional lain di pabrik dan kantor pusat tetap berjalan sesuai dengan aturan pemerintah saat ini. Kami juga terus memonitor permintaan di pasar untuk mempersiapkan strategi tepat dalam menjalankan aktivitas produksi di bulan-bulan mendatang,” katanya.

Produksi HPM saat ini dilakukan di pabriknya di Karawang, Jawa Barat, yang memiliki kapasitas mencapai 200.000 unit per tahun. Model yang
diproduksi di pabrik ini meliputi Honda Brio, Honda Mobilio, Honda BR-V, Honda HR-V, Honda CR-V, dan Honda Jazz.

Penghentian produksi selama 14 hari yang dilakukan di pabrik ini berdampak terhadap sekitar 7.000 unit mobil yang diproduksi untuk pasar domestik. Namun, tidak berdampak terhadap produksi mobil untuk pasar ekspor.

Gaji Karyawan Tidak Berkurang

Penyesuaian di lini produksi juga tidak berimbas pada pengurangan karyawan pabrik HPM dan semua karyawan tetap mendapatkan gaji pokok penuh dan tunjangan sesuai ketentuan berlaku.

1 dari 1 halaman

Layanan Home Service

Selain menjaga pasokan dan tingkat stok, Honda juga mengantisipasi kondisi pembatasan aktivitas yang dialami konsumennya dengan memperkuat layanan Home Service, khususnya untuk purnajualnya. Melalui layanan Home Service ini, konsumen yang membutuhkan perawatan atau perbaikan mobil dapat dilayani di rumahnya
dengan prosedur aman dan nyaman.

Layanan home service yang dapat dilakukan di rumah meliputi servis berkala maupun perbaikan ringan. Yang mana bengkel Honda akan mengirimkan teknisinya untuk melakukan pekerjaan di rumah pelanggan.

Sementara untuk servis berkala atau perbaikan yang membutuhkan peralatan khusus, mobil akan dijemput untuk dibawa ke
bengkel dan kemudian dikembalikan ke rumah konsumen.

Denny MT, Service & Parts Assistant General Manager HPM, menjelaskan program home service ini adalah komitmen kami untuk tetap memberikan layanan terhadap konsumen yang tidak bisa datang ke Bengkel Honda serta bentuk dukungan kami kepada pemerintah demi mengurangi penyebaran virus Corona.

Untuk menambah rasa aman dan nyaman bagi konsumen, Honda juga menambahkan beberapa prosedur kesehatan dalam layanan ini, seperti pemeriksaan kesehatan teknisi, penggunaan masker, dan pembersihan mobil dengan disinfektan.

(mdk/sya)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami