Pembiayaan Adira Finance Tumbuh 32 Persen Jadi Rp 7,2 Triliun di Kuartal I

Pembiayaan Adira Finance Tumbuh 32 Persen Jadi Rp 7,2 Triliun di Kuartal I
Adira Finance sebagai official multifinance partner IIMS 2022. ©2022 Merdeka.com
OTOMOTIF | 6 Mei 2022 10:00 Reporter : Syakur Usman

Merdeka.com - Sejalan dengan pertumbuhan pasar otomotif nasional, perusahaan pembiayaan Adira Finance mencatat pembiayaan baru tumbuh 32,5 persen secara tahunan menjadi Rp 7,2 triliun pada kuartal I tahun ini.

Alhasil total piutang yang dikelola (termasuk porsi pembiayaan bersama) mencapai Rp 40,8 triliun per Maret 2022, turun sedikit sebesar 2,8 persen secara tahunan. Penurunan piutang yang dikelola ini disebabkan rundown portfolio yang lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pembiayaan baru.

Untuk mengakselerasi adopsi teknologi digital di berbagai ekosistem bisnisnyaa, Adira Finance juga terus melanjutkan pengembangan dan mempercepat digitalisasi di seluruh organisasi dan ekosistem, seperti melakukan proses digital/ otomatisasi dan berinvestasi dalam bisnis digital (Adiraku, momobil.id, momotor.id, moservice.id, dan dicicilaja.co.id). Ini untuk mendorong efisiensi bisnis dan mempermudah nasabah dalam melakukan pembiayaan.

"Di ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) Hybrid 2022, Adira Finance hadir sebagai Official Multifinance Partner bersama Danamon dan didukung oleh MUFG sebagai Official Bank Partner. menawarkan beragam program dan promo menarik seperti bunga pembiayaan yang kompetitif, cashback, dan berbagai promo menarik lainnya bagi para pengunjung IIMS Hybrid 2022. Selain produk otomotif, Perusahaan juga menawarkan pembiayaan untuk produk non-otomotif seperti gadget, elektronik, furnitur, hingga pinjaman dana multiguna (MPL),” ujar I Dewa Made Susila, Direktur Utama Adira Finance, dalam rilisnya.

Per Desember 2021, jumlah kumulatif nasabah yang pinjamannya telah direstrukturisasi sebanyak Rp 19 triliun. Sementara nilai outstanding akun restrukturisasi telah menurun menjadi Rp 4,31 triliun, yang Rp24 miliar masih dalam masa tenggang per posisi Maret 2022.

Per posisi Maret 2022, rasio gross NPL konsolidasi membaik menjadi 2,0 persen, dibandingkan periode sama tahun lalu yang mencapai 3,4 persen.

Per Maret 2022, Adira Finance mencatatkan kinerja cukup baik dengan mencatat pertumbuhan laba bersih sebesar 44,3 persen secara tahunan menjadi Rp 304,5 miliar. Peningkatan ini didorong pendapatan bunga yang meningkat 3,9 persen menjadi Rp 2,2 triliun, sementara beban bunga turun 8,1 persen menjadi Rp 780 miliar akibat penurunan jumlah pinjaman dan biaya bunga.

Alhasil, pendapatan bunga bersih Adira meningkat 11,7 persen menjadi Rp 1,5 triliun dan margin bunga bersih meningkat menjadi 14,4 persen. Beban operasional meningkat sebesar 5,6 persen, sedangkan cost of credit terus mengalami penurunan 33,3 persen menjadi Rp 284 miliar.

Secara keseluruhan Adira Finance membukukan laba bersih sebelum pajak tumbuh 41,2 persen menjadi Rp 395,4 miliar. Sehingga Return on Asset (ROA) dan Return on Equity (ROE) perusahaan masing-masing meningkat menjadi 4,9 persen dan 14,6 persen.

Dari sisi pendanaan, perusahaan terus melakukan diversifikasi sumber pendanaannya melalui dukungan berkelanjutan dari pembiayaan bersama dengan perusahaan induknya, Bank Danamon dan memperoleh pinjaman eksternal (pinjaman bank dan obligasi).

Per Maret 2022, pembiayaan Bersama mewakili 47 persen dari piutang yang dikelola. Sementara itu, total pinjaman eksternal perusahaan turun 12,1 persen menjadi Rp 11,8 triliun.

Hasilnya, gearing ratio turun dari 1,6 kali menjadi 1,4 kali. Perusahaan juga menerbitkan Obligasi PUB V Tahap III dan Sukuk Mudharabah IV Tahap III tahun 2022 senilai Rp 2,0 triliun dengan oversubscribe 3,4 kali.

(mdk/sya)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami