Pembiayaan Mandiri Utama Finance Tumbuh Dobel Jadi Rp 3,7 Triliun di Kuartal I

Pembiayaan Mandiri Utama Finance Tumbuh Dobel Jadi Rp 3,7 Triliun di Kuartal I
Presiden Direktur PT Mandiri Utama Finance Stanley Atmadja. ©2017 Merdeka.com/Syakur Usman
OTOMOTIF | 10 Mei 2022 14:00 Reporter : Syakur Usman

Merdeka.com - Perusahaan pembiayaan otomotif, Mandiri Utama Finance (MUF), meraih pembiayaan baru sebesar Rp 3,7 triliun di kuartal I tahun ini.

Hasil ini membangun rasa optimisme perseroan hingga akhir tahun ini untuk membukukan nilai pembiayaan lebih besar dari targetnya dan nilai pembiayaan tahun lalu.

Direktur Utama MUF Stanley Setia Atmadja menjelaskan, setelah melihat tren pembiayaan di kuartal I tahun ini, MUF akan terus fokus untuk membangun aksi keuangan yang semakin kuat dan berkelanjutan.

"Tahun 2021 merupakan tahun dengan pencapaian terbaik bagi MUF, baik dari sisi volume, kualitas, dan profitabilitas. Dari sisi volume, nilai pembiayaan dibukukan Rp 11,6 triliun, dengan pertumbuhan sebesar 97,61 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Dari sisi kualitas portofolio yang dikelola terus menunjukkan perbaikan, yang mana rasio Non Performing Financing (NPF) tercatat 0,87 persen, lebih baik dibanding rata-rata industri sebesar 3,5 persen pada periode yang sama. Sementara itu, nilai laba bersih setelah pajak (NPAT) mencapai Rp 102,36 miliar, naik signifikan 97,67 persen dibandingkan periode sama 2019 (sebelum pandemi Covid-19). Pada 2021, piutang usaha tercatat Rp 16,6 triliun, yang mana Rp 722,7 miliar merupakan piutang usaha Unit Usaha Syariah," ujar Stanley dalam rilisnya, kemarin.

Sebagai anak usaha PT Bank Mandiri (Persero) Tbk yang memberikan pembiayaan mobil baru dan bekas, motor baru dan bekas serta multiguna, MUF terus berupaya menjadi pemimpin pasar di industri pembiayaan otomotif melalui berbagai produk unggulan dan cakupan pasar yang luas.

Sementara MUF Unit Usaha Syariah (UUS) berkolaborasi dengan PT Bank Syariah Indonesia Tbk, menyalurkan pembiayaan kendaraan bermotor berbasis syariah. Per 31 Desember 2021, piutang pembiayaan syariah tercatat sebesar 11,7 persen dari jumlah piutang pembiayaan yang dikelola.

"Kami lihat tren pembiayaan syariah juga mengalami peningkatan signifikan. Pertumbuhan MUF UUS diharapkan terus terjaga dengan kualitas pertumbuhan aset yang juga semakin baik dan kami percaya dapat melalui tahun 2022 dengan baik," tambah Stanley.

MUF juga membukukan kinerja yang baik untuk pembiayaan sektor produktif, per 31 Desember 2021 komposisi piutang usaha yang disalurkan untuk sektor produktif mencapai 11,6 peren dari jumlah usaha yang dikelola atau lebih besar dari target POJK N0 35/2018 yang sebesar 5 persen.

Nilai NPAT dan piutang usaha tersebut merupakan data pertumbuhan secara tahunan tertinggi sejak MUF berdiri. Nilai pembiayaan pada kuartal I 2022 sebesar Rp 3,7 triliun, tumbuh 68,21 persen dibandingkan periode sama tahun lalu.

Kualitas portofolio yang dikelola juga menunjukkan perbaikan yang berkesinambungan, yang mana rasio NPF hanya 0,79 persen. MUF memproyeksikan tahun 2022 akan membukukan kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan target yang telah ditetapkan dan juga bila dibandingkan dengan kinerja 2021.

(mdk/sya)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami