Penjualan Daihatsu Sirion 'Terpasung' Pembatasan Impor CBU
OTOMOTIF | 12 Februari 2019 20:53 Reporter : Syakur Usman

Merdeka.com - Daihatsu Indonesia kesulitan memasarkan hatchback Sirion, akibat adanya kebijakan pembatasan impor mobil completely built up (CBU) dari pemerintah. Padahal permintaannya cukup besar, yakni 200 unit per bulan, tapi suplainya hanya bisa 100 unit per bulan.

Amelia Tjandra, Direktur Pemasaran PT Astra Daihatsu Motor, mengatakan, untuk impor mobil CBU, semua pemain mengalami kesulitan, tidak hanya Daihatsu, supaya fair. Hatchback Sirion diimpor dari Malaysia, lewat mitranya Perodua.

"Sirion dibatasi oleh kuota yakni 100 unit per bulan. Padahal pasarnya baik, kami bisa menjual 200 unit per bulan, karena produk Sirion juga bagus," ujar Amelia, di sela media test drive Grand New Xenia di Sibolga, Sumatera Utara, kemarin (11/2).

Dia menjelaskan, dari kuota 100 unit per bulan, sekitar 60 persen kuota adalah Sirion transmisi otomatis.

Di pasar otomotif nasional 2018, penjualan ritel Daihatsu meraih pangsa pasar 17,3 persen dari total pasar otomotif nasional 1.070.156 unit. Nomor dua terbesar di Indonesia.

Penjualan ritel tersebut didominasi Sigra (model LCGC 7 penumpang) dengan volume 50.682 unit, alias berkontribusi 25 persen. Diikuti oleh Gran Max pikap 42.250 unit (21 persen), Xenia 30.418 unit (15 persen), dan Terios mencapai 29.655 unit (15 persen).

Kemudian model Ayla berkontribusi 25.361 unit (13 persen) dan Gran Max minibus 16.185 unit (8 persen). Sedangkan line-up Daihatsu lainnya, meliputi Luxio, Sirion, dan Hi-Max mencapai 5.627 unit (3 persen).

(mdk/sya)