Perawatan Berkala Mobil Toyota Hybrid Sama Saja dengan Non-Hybrid

OTOMOTIF » BANYUWANGI | 10 Oktober 2019 06:00 Reporter : Syakur Usman

Merdeka.com - Toyota Indonesia sedang gencar memasarkan mobil listrik berteknologi hybrid dengan menambah lini hybrid sepereti di model All New Corolla Altis. Meski mesin hybrid tetap belum populer di Indonesia, sejak pabrikan otomotif asal Jepang ini memasarkan mobil hybrid sejak 2009. Saat ini Toyota menjual Camry Hybrid, Alphard Hybrid, CH-R Hybrid, dan terbaru Corolla Altis Hybrid.

Ada persepsi publik bahwa perawatan mobil hybrid lebih sulit karena mobil ini menggunakan dua mesin, yakni mesin konvensional berbahan bakar minyak dan mesin listrik dengan baterai untuk menggerakkan roda kendaraan. Akibat penggunaan dua mesin itu, maka biaya perawatan mobil hybrid pun lebih mahal.

Benarkah demikian?

Fauzon Saptadi, Kepala Bengkel Auto2000 Banyuwangi, Jawa Timur, menyatakan perawatan berkala mobil bermesin hybrid dan nonhybrid sama secara teknis dan jangka waktu. Seperti mesin, sasis, dan sistem elektrik. Kemudian jangka watunya juga sama, misalnya servis berkala pertama 1.000 kilometer, servis kedua dan seterusnya per kelipatan 10 ribu km atau enam bulan sekali.

"Cuma untuk mobil hybrid, saat perawatan berkala ada tambahan pengecekan, yakni sistem pendingin baterai. Di sistem pendingin ini ada komponen filter udara yang harus dibersihkan setiap 6 bulan atau diganti pada 40 ribu kilometer dengan harga Rp 125 ribu. Filter udara ini untuk menjaga agar udara tidak kotor sehingga baterai tidak cepat panas," ujar Fauzon di sela acara Electrified Vehicle Journalist Test Drive di diler Auto2000 Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (9/10).

Meski demikian, pengguna mobil hybrid tidak perlu khawatir soal baterainya, karena Toyota Indonesia memberikan garansi baterai lebih lama, yakni lima tahun atau 150 ribu kilometer. Di mobil hybrid, baterai merupakan komponen strategis, sehingga performanya sangat penting.

Selain filter udara, komponen yang perlu diperhatikan untuk mendukung kinerja mobil hybrid adalag cairan pendingin atau coolant. Komponen ini dicek per 40 ribu km atau diganti pada 160 ribu km karena kualitas pendinginan cairan kimia ini akan menurun seiring waktu pemakaian. Harga jualnya Rp 650 ribu per satu galon atau empat liter.

Di diler resmi Auto2000 Banyuwangi, model hybrid yang terjual memang belum banyak. Sampai saat ini baru satu unit Toyota CH-R Hybrid dipesan. Meski tidak memiliki unit hybrid test drive, diler resmi Toyota ini siap melayani perawatann berkala mobil hybrid seluruh model Toyota.

1 dari 1 halaman

Tiga Benefit Mobil Hybrid

 /></p>
<p style=2019 Merdeka.com

Menurut catatan PT Toyota-Astra Motor, tren penjualan mobil hybrid Toyota meningkat, terutama sejak 2017. Rata-rata penjualan mobil hybrid sebanyak 14 unit per bulan baik untuk merek Toyota maupun Lexus. Sedangkan pada tahun ini, periode Januari-Juni, volumenya naik menjadi 68 unit per bulan.

Berikut catatan benefit mobil hybrid dibandingkan mobil nonhybrid atau mesin konvensional:

1. Sisi konsumsi bahan bakar. Model C-HR Hybird memiliki konsumsi bensin 20,8 km per liter. Sedangkan model nonhybrid hanya 12,3 km per liter.

2. Akselerasi, C-HR Hybrid dari kecepatan 0-50 km per jam butuh 4,12 detik. Sedangkan mesin nonhybrid lebih lama, yakni 4,78 detik.

3. Soal emisi/gas buang, C-HR Hybrid memiliki emisi setara 95 gram karbon dioksida (C02) per km. Sedangkan mesin konvensional 150 gr per km. Jadi lebih ramah lingkungan.

(mdk/sya)