Politisi Roy Suryo boyong BMW G310 GS senilai Rp125 juta di IIMS 2018

Politisi Roy Suryo boyong BMW G310 GS senilai Rp125 juta di IIMS 2018
BMW G310 GS. ©2018 Merdeka.com
OTOMOTIF | 24 April 2018 16:58 Reporter : Syakur Usman

Merdeka.com - Politisi asal Partai Demokrat, Roy Suryo, dikenal sebagai salah seorang penggemar otomotif fanatik. Tak heran, Menteri Pemuda dan Olahraga era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu pun tak melewatkan pameran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2018.

Di ajang pameran otomotif terbesar itu, Roy Suryo pun diketahui memboyong satu unit sepeda motor BMW G310 GS. Berdasarkan informasi Merdeka.com dari BMW Motorrad Indonesia, sepeda motor tipe adventure seharga Rp 125 juta (off the road) itu akan digunakan sendiri oleh sang politisi.
politisi partai demokrat roy suryo beli bmw g310 gs di iims 2018

Politisi Partai Demokrat Roy Suryo beli BMW G310 GS di IIMS 2018 ©2018 Merdeka.com


Berdasarkan foto-foto yang diterima, Roy datang ke booth BMW Motorrad dengan mengenakan kemeja motif army warna biru. Seorang sales juga tampak sedang melayani Roy sambil menuliskan surat pemesanan BMW G310 GS.
politisi partai demokrat roy suryo beli bmw g310 gs di iims 2018

Politisi Partai Demokrat Roy Suryo beli BMW G310 GS di IIMS 2018 ©2018 Merdeka.com


Sepeda motor BMW G310 GS merupakan sepeda motor tipe adventure entry level. Bodinya yang kompak dan ringan membuat sepeda motor ini bisa digunakan untuk kegiatan off-road ringan dan penggunaan sehari-hari.

Basis sepeda motor ini adalah varian BMW G 310 R dengan menggunakan mesin berpendingin cairan dan silinder tunggal berkapasitas 313 cc. Dengan mesin tersebut, motor ini mampu menghembuskan daya hingga 34 hp pada 9.500 rpm dan torsi maksimum sebesar 28 Nm pada 7.500 rpm.

Roy diketahui penggemar mobil merek Mercedes-Benz kuno alias klasik. Bahkan, Roy juga aktif sebagai anggota di Perhimpunan Penggemar Mobil Kuno Indonesia (PPMKI). Kabarnya politisi Partai Demokrat ini mengoleksi lebih dari 50 unit mobil Mercy kuno, yang dikumpulkannya sejak 1998. (mdk/ara)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami