Ratri Putri: Pengalaman pertama, jadi 'kenek'

OTOMOTIF | 30 April 2014 09:21 Reporter : Otosia.com Sumber:

Merdeka.com - Sebagai model yang mudah memanaskan suasana acara otomotif dengan liukannya, seperti saat sambil membuihkan busa di ajang carwash mobil sport, Ratri Putri pun tak pantang untuk berpanas-panasan saat kali pertama belajar menyetir.

"Belajar mobil kelas III SMP, pakai mobil Carry. Udah gak pakai AC, jendela dibuka, kalungan handuk pula. Benar-benar kayak sopir angkot," kekehnya.

Panas, begitu memang daya pikat yang diberikan dara kelahiran 16 Mei 1991 ini. Ia sendiri mengaku kerap "panas" saat berkendara, sampai-sampai disebut tomboi.

"Gaya berkendara aku kayak cowok, paling gak suka kalau nyetir pelan. Gak bakal sabar deh. Jadi kebanyakan orang tahunya mobil aku dikira mobil cowok, dari gaya berkendara dan modifikasinya."

Penyuka musik RnB ini memang mendandani mobilnya dengan gaya sedikit sporty. Fokusnya ada pada bagian lampu depan.

"Aku suka sedan, aku buat semi-sporty aja, modal scootlite lampu LED dan desaininterior yang aku buat simpel tapi sporty."

Gaya berkendaranya yang "serba panas" itu pula yang memberinya pelajaran. November 2013, dia mengaku mengalami tabrakan hebat.

"Pakai sedan yang sekarang aku pakai juga. Untung Tuhan masih menyayangi aku. Walau mobil hancur, sampai aku juga terluka, alhamdulillah aku masih diberi umur panjang," kisahnya.

"Berpanas-panas" di atas aspal rupanya hanya ia lakukan di kotanya, di Purwokerto. Ratri mengaku tidak berani menyetir di Jakarta, tetapi bukan lantaran ganasnya ibu kota tersebut.

"Aku paling malas di jalan tol karena beberapa kali ngantuk dan tertidur sambil nyetir,hahahahaaa..." ujar pengidola Toyota Alphard ini karena menurutnya MPV lux tersebut pas buat keluarganya.

Soal merawat mobil, pengidola Jennifer Lopez ini tidak ambil pusing karena ia akan memanggil montir ke rumah kala mendapati masalah pada sedannya. Namun, baginya, setidaknya ada hal yang perlu diperhatikan dan penting bagi pengendara wanita.

"Wanita berkendara itu keren, menandakan dia mandiri. Jangan pada main HP sambil menyetir karena akan mengganggu pengendara lain."

Ratri pun realistis melihat alasan seseorang dalam memiliki mobil. Selain melindungi dari panas dan hujan, mobil juga meningkatkan wibawa diri, membuat orang lebih menghargai.

"Realistis aja, kebanyakan orang lebih menghormati orang yang membawa mobil."

Namun, soal mobil, ia masih menyayangkan mengapa Indonesia tidak punya merek yang sepenuhnya berasal dari dalam negeri.

"Otomotif tanah air bagus and update, tapi kenapa Indonesia tidak menciptakan brand merek dalam negeri," ujarnya... Pertanyaan klasik ya.

(kpl/why/fjr)


Sumber: Otosia.com

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.