Recall 36 Ribu Daihatsu Gran Max 1.5L dan Luxio, Berapa Unit yang Sudah Diperbaiki?

OTOMOTIF | 7 Desember 2019 08:00 Reporter : Syakur Usman

Merdeka.com - Pada 1 November lalu, Daihatsu Indonesia mengumumkan penarikan kembali (recall) dalam jumlah besar mobil Daihatsu Gran Max 1.5L dan Luxio. Total ada 36.915 unit kendaraan produksi Maret 2018-April 2019 yang terkena recall itu.

Recall tersebut dilakukan karena ada problem komponen connecting rod di mesin 1.5L 3SZ yang digunakan Gran Max dan Luxio. Problem ini bisa menyebabkan mesin mati mendadak, sehingga membahayakan pengendara saat mobil dikendarai.

Lantas, bagaimaha hasil terbaru dari program recall tersebut?

Elvina Afny, Corporate Planning and Communications Division Head PT Astra Daihatsu Motor (ADM), buka suara soal ini.

Kata dia, pihaknya sudah menghubungi sekitar 7 ribuan pemilik mobil Gran Max 1.5L dan Luxio yang terkena recall sejak diumumkan pada 1 November lalu.

"Dari sekitar 7 ribu yang sudah diitelepon untuk memperbaiki mobilnya di bengkel, yang sudah melakukan booking baru 2.400 orang. Sedangkan pemilik yang sudah pergi ke bengkel resmi 1.500," ungkap Elvina usai menghadiri penyerahan hadiah kepada pemenang program Daihatsu Setia 2019 di Jakarta, Jumat (6/12).

Menurutnya, jumlah pengguna yang memperbaiki mobil yang terkena recall itu memang masih rendah dari total 36 ribu unit.

Hendrayadi Lastiyoso, Marketing and CR Division Head PT Astra International-Daihatsu Sales Operation, menambahkan rendahnya pengguna Gran Max 1.5L dan Luxio ke bengkel resmi Daihatsu untuk memperbaiki mobilnya karena mobil-mobil tersebut sebagian besar digunakan untuk keperluan usaha alias sebagai mobil niaga.

"Karena mobilnya kebanyakan buat usaha, untuk mencari duit, maka jarang dibawa ke bengkel. Karena kalau stop usaha satu hari saja, kebayang kehilangan potensi pendapatannya," ungkapnya.

1 dari 1 halaman

Waktu perbaikan 11-14 jam

Anjar Rosjadi, Head Technical Service Division ADM, sebelumnya menjelaskan waktu penggantian komponen connecting rod per unit kendaraan mencapai 11-14 jam. Dengan semua biaya penggantian komponen dan jasanya gratis. Sementara nilai penggantian komponen mesin itu setara Rp 500 ribu per penggantian.

Kata Anjar,kasus komponen connecting rod mesin 1.5L 3SZ ini terjadi pada enam unit Gran Max. Saat itu lima unit Gran Max pertama mengalami patah connecting rod sehingga mesin mati mendadak.

"Kasus pertama terjadi di Pontianak, Kalimantan Barat. Setelah itu, kami lakukan investigasi selama Maret-Juni 2019 hingga akhirnya kami memutuskan ada problem dan melakukan recall terhadap Gran Max 1.5L dan Luxio produksi Maret 2018-April 2019," jelasnya.

(mdk/sya)

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.