Retrospeksi Road Safety: Kepedulian kepada Korban Kecelakaan Kendaraan Bermotor

OTOMOTIF | 9 Desember 2019 16:21 Reporter : Syakur Usman

Merdeka.com - Banyak cara untuk mewujudkan zero accident di jalan raya, antara lain mematuhi aturan lalu lintas dan keselamatan berkendara sebagai bagian dari hukum berlaku. Dalam penerapan keselamatan berkendara dan road safety ini, perlu ada gerakan moral agar tak ada korban sia sia di jalan raya.

"Berlalu lintas merupakan gerak pindah dari suatu tempat ke tempat lainnya. Standar dalam pergerakan tersebut ada standar ideal waktu tempuh dengan jarak tempuh. Tentu ada standar kecepatannya. Standar kecepatan minimal maupun maksimal ini yang perlu dipahami dan kita atur sendiri," ujar Dirkamsel Korlantas Polri Brigjen Pol Chrysnanda DL saat menghadiri acara "Retrospeksi Road Safety" di Bekasi, akhir pekan lalu.

Menurutnya, cara mengaturnya diperlukan model dalam road safety managemet yang mencakup: manajemen kebutuhan, manajemen kapasitas, manajemen prioritas, manajemen kecepatan, dan manajemen kontijensi. Proses mengatur lalu lintas ini diatur dalam safer road safer, vehicle safer road users, dan post crash care.

Oleh sebab itu, lalu lintas dituntut untuk aman, selamat, tertib, dan lancar. Pelanggaran-pelanggaran lalu lintas akan berdampak terhadap kemacetan, kecelakaan atau masalah lalu lintas lainya.

Melihat masih banyak korban kecelakaan, perlu diingatkan kepada para pihak atau pemangku kepentingan road safety dan korban kecelakaan lalu lintas untuk peduli dalam meningkatkan kualitas keselamatan. Serta menurunkan tingkat fatalitas korban kecelakaaan, serta upaya membangun budaya tertib berlalu lintas.

Kepedulian ini dikemas dalam kegiatan "Retrospeksi Road Safety" sebagai salah satu upaya Korlantas Polri menghimpun dan merangkul para korban kecelakaan lalu lintas. Kegiatan ini juga menjadi pemberi semangat bagi para korban kecelakaan lalu lintas. Serta membangkitkan kesadaran pengguna jalan untuk selalu tertib peraturan demi menghindari terjadi kecelakaan lalu lintas.

Kegiatan "Retrospeksi Road Safety" diadakan di Stadion Patriot Chandra Bagha, Bekasi, Jawa Barat, bertepatan dengan Car Free Day pada Minggu (8/12). Acara ini menampilkan testimoni dari beberapa korban kecelakaan baik dalam bentuk audio visual (video thriller) maupun testimoni yang disampaikan langsung saat acara berlangsung.

Testimoni ini menggambarkan sebuah peristiwa kecelakaan. Mulai dari prakecelakaan lalu lintas hingga pasca-kecelakaan lalu lintas. Para korban kecelakaan yang hadir juga mendapatkan santunan serta bantuan berupa alat bantu seperti kaki atau tangan palsu. (mdk/sya)

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.