Soal Xpander Crossover, Mitsubishi: Tunggu Kejutan Kami dalam Waktu Dekat

OTOMOTIF | 24 Oktober 2019 08:25 Reporter : Syakur Usman

Merdeka.com - Mitsubishi Motors Indonesia kabarnya merilis tipe baru Xpander yang dinamakan Xpander Crossover. Model crossover dari mobil andalan Mitsubishi ini akan diluncurkan pada November tahun ini.

Dikonfirmasi kabar ini, Imam Choeru Cahya, Executive General Manager Sales & Marketing Division PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), tidak bersedia memberikan komentar.

"No comment soal Xpander Crossover. Tapi dalam waktu dekat kami ada kegiatan," ujar Imam Cahya saat dijumpai di GIIAS Medan, Sumatera Utara, kemarin.

Menurut Imam, segmen low multipurpose vehicle (MPV) yang dimasuki oleh Xpander masih menjadi pasar mobil terbesar di Indonesia. Sehingga potensi pasarnya selalu terbuka. Sampai September tahun ini, Xpander memiliki pangsa pasar sekitar 29 persen di segmen low/small MPV Indonesia. Volume penjualannya rata-rata per bulan sekitar 5 ribu unit.

Saat ini Mitsubishi Xpander memiliki 7 varian. Yang tertinggi adalah Ultimate AT yang dibanderol Rp 279 juta (on the road Sumatera Utara). Kemudian Sports AT Rp 270 juta, Sports MT Rp 259 juta, Exceed AT Rp 258,5 juta, dan Exceed MT Rp 248,5 juta. Tiga varian terbawah adalah GLS AT Rp 252,5 juta; GLS MT Rp 242,5 juta; dan GLX MT Rp 227 juta.

Xpander debut global di Indonesia saat pameran GIIAS 2017. Diproduksi di pabrik Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Xpander menjadi mobil small MPV Mitsubishi Motors Corp (MMC) pertama yang diproduksi di Indonesia.

Periode Januari-September tahun ini, volume penjualan Xpander di Indonesia mencapai 48.195 unit.

Pasar ekspor

Selain pasar domestik, Xpander juga diekspor sejak tahun lalu. Ada 12 negara tujuan di periode Januari-Agustus tahun ini dengan volume mencapai 35.956 unit, menurut Gaikindo.

Total ada 24 model Xpander yang diekspor. Negara tujuan ekspor terbesar Xpander adalah Thailand dengan volume mencapai 12.889 unit, berkontribusi 35,8 persen terhadap total ekspor Xpander.

Negara tujuan ekspor terbesar kedua adalah Vietnam dengan volume 11.010 unit atau berkontribusi 30,6 persen. Disusul Filipina 10.063 unit, Peru 820 unit, dan Mesir 625 unit.

Di luar kelompok lima besar negara tujuan ekspor Xpander, terdapat Brunei Darussalam sebanyak 83 unit, Kamboja (58), Sri Lanka (188), dan Bangladesh (132).Selanjutnya ada Bolivia (98), Mauritius (80) dan Myanmar (1). (mdk/sya)

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.