Strategi DFSK agar Berhasil di Industri Otomotif Indonesia yang Kompetitif

OTOMOTIF | 19 April 2019 09:00 Reporter : Syakur Usman

Merdeka.com - Pasar otomotif Indonesia merupakan pasar terbesar di Asia Tenggara yang menarik bagi berbagai merek otomotif global. Setiap merek tersebut tentu sudah mempersiapkan strategi untuk berhasil di Indonesia, seperti strategi menarik konsumen sebanyak-banyaknya dan menjadi konsumen loyal.

DFSK sebagai merek mobil global termuda di Indonesia juga tidak mau kalah dan siap untuk bersaing di pasar otomotif Indonesia. Sejumlah langkah dipersiapkan oleh merek asal Tiongkok tersebut, supaya bisa memaksimalkan pasar otomotif di Indonesia yang setiap tahun menjual satu juta unit mobil, baik mobil penumpang maupun niaga.

“Pasar otomotif Indonesia sangat besar dengan rasio kepemilikan kendaraan bermotor masih rendah. Dilihat dari 260 juta penduduk di Indonesia, pasar otomotifnya baru menyerap satu juta unit per tahun. Sehingga, kami melihat ini sebagai sebuah peluang dan akan memaksimalkannya dengan menawarkan kendaraan-kendaraan berkualitas, andal, dan bisa dipercaya oleh masyarakat Indonesia,” ungkap Managing Director of Sales Centre of PT Sokonindo Automobile, Franz Wang, dalam keterangan resminya di Jakarta, baru-baru ini.

Menurut Wang, DFSK optimistis menatap pasar otomotif Indonesia. Ini ditunjukkan dengan target penjualan 2019 yang mencapai 12.000 unit. Target itu dinilai cukup realistis yang ditunjang dengan pertumbuhan penjualan otomotif per tahun di kisaran lima persen.

Sejumlah langkah dipersiapkan untuk mencapai target tersebut. Mulai dari menghadirkan kendaraan-kendaraan berkualitas yang andal, jaringan diler yang luas mencakup di berbagai daerah seluruh Indonesia, sampai ekspor ke Asia.

Pada tahun ini, DFSK juga mulai menghadirkan DFSK Glory 560 sebagai kendaraan anyar yang ditawarkan kepada konsumen Indonesia. Mobil sport utility vehicle (SUV) kompak ini menawarkan desain elegan dengan sentuhan sporty, mesin berteknologi turbocharger yang responsif, tapi tetap mengedepankan efisiensi konsumsi bahan bakar, dengan ukuran kabin lega yang mampu menampung tujuh orang penumpang.

Wang berharap Glory 560 cocok dan bisa diterima dengan baik oleh masyarakat Indonesia yang mayoritas gemar bepergian dengan keluarga tanpa meninggalkan kesan gaya. Tidak menutup kemungkinan juga di masa mendatang, Glory 560 bisa menjadi tulang punggung penjualan DFSK di Indonesia.

"Kami melihat DFSK Glory 560 memiliki peluang besar diterima konsumen Indonesia, karena disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat Indonesia. Apalagi memiliki desain modern, canggih, hingga performa yang bisa diandalkan untuk menunjang berbagai kebutuhan sehari-hari yang cocok dengan kebutuhan dan karakteristik masyarakat Indonesia. Sehingga kami meyakini DFSK Glory 560 bisa melengkapi lini produk kami yang sudah diisi oleh DFSK Glory 580,” katanya.

Strategi Diler

Selain menghadirkan produk-produk berkualitas, DFSK juga menunjang bisnisnya melalui jaringan diler yang tersebar di seluruh Indonesia. Diler-diler ini akan memenuhi berbagai kebutuhan konsumen di Indonesia. Mulai dari pembelian kendaraan-kendaraan DFSK dengan harga kompetitif, proses yang mudah, memberikan pelayanan purnajual dengan ditunjang mekanik-mekanik bersertifikasi dengan peralatan canggih, dan ketersediaan suku cadang untuk segala kendaraan.

Hingga saat ini DFSK memiliki 50 diler. Penambahan diler baru tidak akan berhenti karena DFSK menargetkan di akhir tahun ini akan menambah 40 diler baru. Ini untuk memastikan konsumen DFSK di berbagai daerah bisa menjangkau dan mendapatkan pelayanan berstandar tinggi.

“DFSK memiliki visi All for Customer. Semua pelayanan kami berorientasi untuk konsumen di Indonesia. Sehingga kami melihat pengembangan diler merupakan salah satu kunci penting bisnis kami bisa berjalan baik di Indonesia. Melalui penambahan diler, kami ingin memastikan konsumen bisa mendapatkan pelayanan berkelas dan berstandar tinggi sehingga konsumen tetap mendapatkan kepastian kendaraan yang digunakan selalu dalam kondisi terbaik,” ungkap Wang.

Rencana Ekspor ke Asia

Pada tahun ini pula, DFSK juga berancang-ancang untuk memasarkan kendaraannya ke pasar Asia. Mengingat pabriknya di Kawasan Industri Modern Cikande, Serang, Banten, memiliki kapasitas produksi maksimal 50 ribu unit per tahun.

Fasilitas tersebut sejak awal memang dirancang untuk memenuhi kebutuhan produksi di dalam negeri dan menjadi basis produksi untuk pasar Asia. Saat ini pabrik DFSK Indonesia itu memproduksi DFSK Super Cab untuk kendaraan komersial, DFSK Glory 580 untuk kendaraan penumpang, dan dalam waktu dekat memproduksi DFSK Glory 560.

Beberapa negara di Asia yang dijajaki sebagai pasar ekspor, antara lain Bangladesh, Thailand, dan Sri Lanka. Pabrik dari Indonesia juga sudah mulai memasok DFSK Glory 580 untuk keperluan homologasi di setiap negara dan berbagai kebutuhan untuk proses awal pemasaran kendaraan.

"Skema ekspor untuk kawasan Asia masuk ke dalam rencana kami, khususnya untuk negara-negara di Asia Tenggara. Ekspor ini akan menjadi peluang untuk meningkatkan penjualan dan mencapai target yang ada. Selain itu, ekspor ini bisa menjadi bukti konkret bahwa kendaraan-kendaraan kami berkualitas tinggi dan bisa diterima di negara-negara lain. Indonesia patut berbangga karena kendaraan hasil anak-anak bangsanya bisa diterima di pasar global," pungkas Wang.

(mdk/sya)